Minggu, 26 July 2026 03:00 UTC

Warga berdesakan saat pengambilan nomor antrean pembelian sandal dan sepatu murah di Jalan Perumahan Kharisma, Desa Brangkal, Kabupaten Mojokerto, Sabtu siang, 25 Juli 2026.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Ribuan warga memadati lokasi grand opening penjualan sepatu dan sandal murah di Jalan Perumahan Kharisma, Desa Brangkal, Kabupaten Mojokerto, Sabtu, 25 Juli 2026.
Tingginya antusiasme masyarakat membuat antrean panjang mengular sejak pagi. Warga mulai berdatangan sejak pukul 05.00 WIB untuk mendapatkan nomor antrean.
Namun, proses pembelian baru dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Hingga siang hari, ratusan warga masih terlihat menunggu giliran masuk ke lokasi penjualan.
Pemilik toko, Inka, 38 tahun, mengatakan pihaknya menjual berbagai jenis sepatu dan sandal layak pakai dengan harga terjangkau, mulai Rp5.000 hingga Rp35.000 per item.
"Kalau tidak dibatasi nanti bisa terjadi dorong-dorongan. Kami khawatir ada yang pingsan atau terjadi hal yang tidak diinginkan," kata Inka.
Untuk menghindari kerumunan berlebih, panitia menerapkan sistem pembatasan pengunjung. Setiap sesi hanya diisi 30 orang dengan waktu belanja maksimal 10 menit. Setelah itu, pembeli diminta keluar agar antrean berikutnya dapat masuk.
Setiap pengunjung juga dibatasi membeli maksimal tiga item.
Beragam produk yang ditawarkan antara lain sepatu sekolah anak dan dewasa, sandal, sepatu pria dan wanita, sepatu futsal, sepatu sepak bola, hingga sepatu kerja. Kaus kaki dijual mulai Rp5.000, sandal Rp10.000, sedangkan harga sepatu paling mahal mencapai Rp35.000.
Membludaknya pengunjung membuat panitia kewalahan. Warga yang datang tidak hanya berasal dari Mojokerto, tetapi juga dari sejumlah daerah lain, seperti Jombang, Lamongan, Madura, dan Surabaya.
Sebagian besar pembeli mengaku mengetahui informasi penjualan sepatu murah tersebut melalui media sosial TikTok. Meski harus mengantre berjam-jam di bawah terik matahari, mereka tetap bertahan demi mendapatkan barang dengan harga terjangkau.
Salah seorang pembeli, Pendik, 35 tahun, warga Dusun Bagusan, Desa Wulu, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, mengaku mengantre sejak pukul 07.00 WIB dan baru mendapat giliran berbelanja sekitar pukul 10.30 WIB.
"Ya sabar saja menunggu. Tadi saya beli dua sandal," ujarnya.
Warga berharap penyelenggara dapat melakukan penataan yang lebih baik pada kegiatan serupa di masa mendatang agar antrean lebih tertib dan tidak terjadi penumpukan pengunjung.
