Logo

Keterampilan Kuliner Jadi Bekal Warga Binaan Lapas Mojokerto

Reporter:,Editor:

Senin, 07 September 2026 12:30 UTC

Keterampilan Kuliner Jadi Bekal Warga Binaan Lapas Mojokerto

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meninjau langsung pelatihan kuliner yang diikuti warga binaan Lapas Kelas IIB Mojokerto, Senin, 7 September 2026. Foto : Wanto.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Peluang usaha kuliner di Kota Mojokerto dinilai masih terbuka lebar. Kondisi ini menjadi salah satu alasan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto membekali warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto dengan keterampilan mengolah produk kuliner.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, usaha kuliner terus berkembang di Kota Mojokerto. Mulai restoran, kafe, warung makan hingga pedagang kaki lima kini semakin mudah ditemui.

"Setiap tahun terus bermunculan dan semakin banyak," katanya saat meninjau pelatihan usaha kuliner yang diikuti 60 warga binaan Lapas Kelas IIB Mojokerto, Senin, 7 September 2026.

Menurutnya, sektor kuliner juga memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian Kota Mojokerto. Kontribusinya disebut mencapai lebih dari 20 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Mojokerto.

Kondisi itu, lanjut Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari menunjukkan masih adanya ruang bagi warga untuk mengembangkan usaha di bidang kuliner, termasuk bagi warga binaan yang nantinya kembali ke tengah masyarakat.

"Maka, peluang usaha di bidang kuliner itu masih terbuka sangat luas bagi siapa saja yang ingin berusaha di wilayah Kota Mojokerto, termasuk para mantan warga binaan dari lapas ini," ujarnya.

Atas dasar itu, Pemkot Mojokerto memberikan pelatihan keterampilan kuliner kepada warga binaan. Peserta yang mengikuti pelatihan merupakan warga binaan yang tercatat sebagai warga Kota Mojokerto.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan keterampilan membuat minuman ala kafe berbahan kecap serta mengolah keripik.

Ika berharap keterampilan tersebut dapat menjadi modal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana. Bekal itu diharapkan membuka kesempatan bagi mereka untuk berwirausaha dan memiliki penghasilan secara mandiri.

"Harapannya, mereka yang nanti sudah keluar memiliki keterampilan yang bisa dijadikan sebagai salah satu modal untuk mereka berwirausaha, khususnya kuliner," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto Arifin Akhmad mengapresiasi perhatian Pemkot Mojokerto terhadap warga binaan.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah penting dalam proses pembinaan, terutama untuk mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali menjalani kehidupan secara produktif setelah bebas.

"Mudah-mudahan dengan pelatihan ini kami berharap mereka punya bekal yang nantinya bisa untuk kemandirian mereka setelah bebas dari Lapas Mojokerto," pungkasnya.