Selasa, 08 September 2026 05:30 UTC

Satgas Pangan Polda Jatim melakukan sidak dibeberapa pasar di Surabaya mengantisipasi adanya kenaikan harga bahan pokok. Foto: Humas Polda Jatim.
JATIMNET.COM, Surabaya – Satgas Pangan Polda Jawa Timur (Jatim) menemukan penjualan beras premium di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) saat sidak bersama Perum Bulog dan Disperindag Jatim di Pasar Pucang, Surabaya.
Temuan tersebut membuat Satgas Pangan akan menelusuri asal pasokan hingga jalur distribusi beras untuk mengetahui penyebab harga di tingkat pedagang berada di atas ketentuan.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim sekaligus Kasatgas Pangan Jatim, Kombes Pol Dodi Ruyatman mengatakan, sidak dilakukan untuk mengecek langsung ketersediaan dan harga beras premium di tingkat pedagang.
“Satgas Pangan turun bersama untuk mengecek suplai beras, terutama varian premium. Kami mengonfirmasi adanya informasi mengenai kelangkaan dan tingginya harga beras premium di pasar,” ujar Dodi.
Hasil pemantauan menunjukkan beras premium masih tersedia di lapak pedagang. Petugas tidak menemukan kelangkaan secara umum dan beberapa merek masih dijual dalam kisaran harga sesuai ketentuan.
Namun, petugas mendapati merek beras premium yang dijual melampaui HET. Kondisi ini menjadi perhatian karena kenaikan harga di tingkat pengecer perlu dilihat dari rantai pasok sebelum beras sampai ke pasar.
“Kami akan menelusuri dari mana asal pasokan beras yang dijual di atas HET ini. Kita harus tahu rantai distribusinya hingga harganya bisa melonjak di tingkat pedagang,” kata Dodi.
Penelusuran tersebut juga untuk melihat apakah kenaikan harga dipengaruhi persoalan distribusi atau faktor lain di sepanjang mata rantai pasokan.
Selain memantau harga, Satgas Pangan mewaspadai potensi kecurangan dalam perdagangan beras, termasuk pengoplosan dan repacking. Salah satu modus yang diantisipasi yakni beras kualitas medium dikemas menggunakan kemasan premium dan dijual dengan harga lebih tinggi.
“Kami memonitor ketat potensi perilaku menyimpang dari oknum pengusaha. Misalnya, memanipulasi beras medium menjadi kemasan beras premium,” ujarnya.
Meski demikian, sidak di Pasar Pucang belum menemukan indikasi pengoplosan maupun repacking beras.
“Namun, khusus di Pasar Pucang hari ini, kami belum menemukan indikasi kecurangan tersebut. Monitoring akan terus kami lakukan secara berkala,” kata Dodi.
