Senin, 30 March 2026 11:00 UTC

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memantau pelaksanaan Pasar Murah yang berlangsung di Jalan Jemurwonosari Surabaya, Senin, 23 Februari 2026. Foto: Januar.
JATIMNET.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa provinsi yang dipimpinnya berkontribusi besar dalam bidang ketahanan pangan nasional.
Ia menegaskan, Jatim merupakan lumbung pangan nasional. Hal ini dengan capaian luas tambah tanam (LTT) mencapai 1,8 juta hektare.
Bahkan, tingkat produksi gabah kering panen (GKP) dan beras dinyatakan tertinggi secara nasional.
“Produksi GKP kita dan beras kita juga tertinggi di antara semua provinsi. Ini yang harus kita jaga karena Jawa Timur sudah lama menjadi lumbung pangan nasional,” kata Khofifah dalam rapat paripurna dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) di gedung DPRD Jatim, Senin, 30 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkap kontribusi Jatim dalam mendukung penguatan program koperasi desa dan pengembantan sekolah rakyat.
Menurutnya, pendirian Koperasi Desa Merah Putih maupun Koperasi Kota Merah Putih paling cepat dan banyak. Hingga kini, ia menyebut telah ada 8.494 koperasi yang menjadi program strategis nasional tersebut.
Sedangkan, sekolah rakyat di provinsi tersebut telah ada 26 lembaga yang berdiri di beberapa kota/kabupaten. “Artinya, peran bupati dan wali kota luar biasa,” ungkapnya.
Terkait dengan penyampaian LKPj, ia menyatakan sebagai kewajiban konstitusional kepala daerah yang harus dilakukan maksimal tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.
“Aturannya adalah bahwa maksimal tiga bulan setelah tahun anggaran (2025) berakhir, maka kami punya kewajiban melaporkan ke DPRD,” katanya.
Sebab, laporan keuangan daerah juga dijadwalkan diserahkan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Timur untuk proses pemeriksaan lanjutan pada hari yang sama.
