Kenali Endometriosis, Penyakit yang Rawan Menyerang Perempuan

Khoirotul Lathifiyah

Jumat, 19 April 2019 - 12:18

JATIMNET.COM, Surabaya - Dokter Relly Yanuari Primariawan menyatakan, jika penyakit endometriosis sebagai penyakit kronis dan progresif, untuk perempuan.

Penyakit ini biasanya ditandai munculnya material darah haid, di luar rongga rahim. 

"Kondisi ini sering kambuh dan kerap terjadi pada wanita usia reproduksi yaitu 12-50 tahun," kata Relly Yanuari Primariawan, melalui rilis yang diterima Jatimnet.com, Jumat 19 April 2019.

Karena rahim merupakan organ penting bagi perempuan, semua masyarakat harus mengetahui faktor, gejala, dan juga cara penanganannya.

BACA JUGA: Dokter Kesuburan di Belanda Ini Punya 49 Anak

Relly mengungkapkan, penyakit tersebut disebabkan oleh beberapa faktor risiko, meliputi faktor genetik, belum pernah hamil, terjadi haid terlalu dini, atau manopause terlambat, sirkulasi haid pendek, haid lama,  rokok dan kelainan bawaan yang menyebabkan terbendungnya darah haid.

"Atau wanita yang memiliki kelainan organ kandungan," katanya.

Gejala yang paling banyak dikeluhakan adalah nyeri, lanjut Relly. Meskipun, keluhan nyeri tidak berbanding lurus dengan gradasi endometriosis.

"Maksudnya, rasa nyeri tidak menentukan seberapa parah penyakit tersebut, sebab banyak faktor lain yang mempegaruhi rasa nyeri yang diderita seseorang," kata dia.

BACA JUGA: Khofifah Sebut Pasca Sertifikasi, Guru Banyak Bercerai

Menurutnya, perempuan harus mewaspadai gejala yang dirasakan. Bisa melakukan penanganan sementara, atau datang langsung ke dokter dan konsultasi.

"Penanganan pertama mungkin untuk mengurangi keluhan nyeri dan keluhan lainnya, mengurangi lesi (luka)  endometriosis," kata Relly.

Upaya ini dilakukan untuk mengatasi masalah gangguan kesuburan, dan meningkatkan kualitas hidup penderita endometriosis.

Adapum macam pengobatan yang dapat dilakukan meliputi, mengonsumsi obat-obatan sesuai dengan saran dokter.

BACA JUGA: Korea Selatan Batalkan Aturan Anti Aborsi 

Bisa juga menggunakan teknologi reproduksi berbantu, seperti inseminasi dan bayi tabung, laparoskopi, dan kombinasi.

Untuk laparoskopi, tutur Relly, merupakan prosedur medis yang dilakukan untuk mengakses bagian dalam rongga perut dan panggul.

"Laparoskopi membutuhkan alat yang telah dilengkapi kamera dan lampu kecil. Kamera tersebut akan memperlihatkan bagian rongga perut dan panggul yang memudahkan dalam tindakan operasi," tuturnya. 

Keunggulan laporoskopi, di antaranya, dapat meminimalisir pendarahan, nyeri pasca operasi, bekas luka, lama perawatan, dan lain sebagainya. 

BACA JUGA: Nenek dengan Organ Terbalik Ini Berusia 99 Tahun

"Namun dengan alat ini, lapang pandang lebih luas dan kemungkinan pengangkatan penyakitnya juga besar," jelasnya. 

Relly menambahkan, tidak semua kondisi endometriosis memerlukan tindakan laparskopi. 

"Tidak ada satu macam pengobatan yang ideal untuk semua pasien," tutupnya.

Baca Juga

loading...