JATIMNET.COM, Surabaya – Jan Kaarbat, seorang dokter kesuburan yang meninggal tahun 2017, terlibat skandal dengan menjadi bapak biologis, dari 49 anak yang lahir dari proses bayi tabung.

Lewat sebuah klinik kesuburan di Rotterdam, Belanda, ia menggunakan spermanya sendiri, alih-alih memakai sperrma donor yang telah dipilih pasien perempuan, kata organisasi Defence for Children.

Hasil dari tes DNA yang dilakukan pada Jumat pagi di sebuah rumah sakit di Timur kota Nijmegen, “menunjukkan jika 49 anak itu adalah keturunan langsung dari mendiang Karbaat,”, kata organisasi tersebut dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The Guardian, Jumat 12 April 2019.

“Hasil ini mengkonfirmasi dugaan serius, jika Karbaat telah menggunakan spermanya sendiri di kliniknya,” kata pernyataan itu.

BACA JUGA: Riwayat Jalan Tunjungan, Nieuwe Surabaia

Kasus yang kontroversial ini menjadi konsumsi publik, setelah sebuah pengadilan di Belanda menyatakan jika DNA Karbaat harus bisa diakses oleh orang tua dan anak, yang ingin melakukan tes sendiri, sebagai bahan perbandingan, pada Februari lalu.

Sebelum kematiannya, Karbaat dilaporkan telah mengakui menjadi ayah dari 60 anak lewat kliniknya, yang telah ditutup pada tahun 2009, akibat laporan ketidakwajaran.

Kelompok yang diduga “anak Karbaat”, memaksa keluaga pelaku ke pengadilan, untuk memberikan profil DNA mendiang, yang telah ditutup untuk alasan keamanan.

Pengacara penggugat sebelumnya telah mengatakan pada dokter, jika beberapa anak memiliki mata coklat, ketika donor sperma memiliki mata biru, atau klien laki-laki secara fisik menyerupai Karbaat.

BACA JUGA: Fosil Paus Purba Berkaki Empat Ditemukan di Peru

Pengacara keluarga Karbaat menegaskan, jika hak klien mereka wajib untuk dihormati.

“Bagaimanapun, dengan persetujuan hakim untuk tes paternitas, hakim menempatkan hak anak di atas hak Karbaat dan keluarganya,” kata aktivis Defence for Children, Iara de Witte.

“Sekarang, setelah beberapa tahun tanpa kepastian, pengacara akhirnya bisa menutup sebuah babak dan mulai memproses fakta jiika mereka adalah satu dari banyak keturunan Karbaat,” kata De Witte.