Nenek dengan Organ Terbalik Ini Berusia 99 Tahun

Kelainannya diketahui disaat Rose Bentley meninggal dan mendonorkan organ tubuhnya.
Nani Mashita

Rabu, 10 April 2019 - 16:30

JATIMNET.COM, Surabaya - Selama 99 tahun, Rose Marie Bentley hidup bahagia dengan keluarganya. Tapi saat meninggal, diketahui dia hidup dengan organ internal yang berantakan.  

Selain jantung, seluruh organ internalnya berada tidak pada posisinya. Bentley meninggal karena faktor alamiah.

Kekacauan organ internal Bentley diketahui saat mahasiswa kedokteran membedah kadaver dalam sebuah kelas anatomi. Saat jenazah Bentley dibedah, maka terkejutlah para mahasiswa tersebut dan segera memanggil para profesornya, untuk melihat kondisi jenazah tersebut.

Akhirnya diketahui, jika semasa hidup Bentley mengalami kondisi yang disebut dengan situs inversus dengan levocardia, di mana sebagian besar organ vital terbalik.

BACA JUGA: Riset, Leonardo da Vinci Memiliki Kemampuan Ambidextrous

Keanehan organ internal Bentley itu, hadir bersama dengan sejumlah kelainan yang luar biasa.

"Saya pikir kemungkinan menemukan orang lain seperti dia mungkin satu banding 50 juta orang," kata asisten profesor Cameron Walker, yang mengajar kelas Yayasan Anatomi Klinis di Oregon Health and Science University, dilansir dari Cnn.com, Rabu 10 April 2019.

Salah satu keanehan organ internal Bentley adalah keberadaan perut, yang biasanya ada di sebelah kiri malah di sebelah kanan. Hati yang biasanya ada di sebelah kiri, sebagian besar ada di sebelah kanan. Begitu pula limpa.

Penderita situs inversus dengan levocardia biasanya lahir dengan kelainan jantung. Tapi Bentley adalah anomali, kata Walker. "Itu hampir pasti faktor yang paling berkontribusi pada umur panjangnya," katanya.

BACA JUGA: Riset, Perempuan Tingkatkan Kemungkinan Perjanjian Damai Hingga 15 Tahun

Rose Marie Phelps lahir pada tahun 1918 di Waldport, sebuah kota kecil di pantai Oregon. Dia memiliki lima orang anak, dan berprofesi sebagai penata rambut yang selalu terpesona oleh ilmu pengetahuan.

Putra ketiganya, Ginger Robbins, mengatakan, ibunya tidak pernah menunjukkan efek negatif dari organ internalnya yang tidak karuan. Sehingga, dia sendiri tidak percaya kalau organ tubuh ibunya berantakan.

"Dia selalu sangat sehat. Dia selalu melakukan sesuatu, membawa kami ke Campfire Girls, memancing, berenang. Dia adalah perenang yang hebat," kenangnya.

Namun ketika Bentley berusia 50-an, dia menjalani histerektomi, dan dokter ingin mengangkat usus buntunya. Namun anehnya, dokter mengatakan usus buntu itu tidak bisa ditemukan.

BACA JUGA: Riset: 98 Persen Warga Jatim Terlibat Politik Uang

“Dokter operasi mengatakan jika usus buntunya tidak berada di tempat yang seharusnya. Tapi tidak mengatakan apapun pada kami. Tidak ada yang mengatakan apa pun ketika mereka mengeluarkan kantong empedunya dan melakukan histerektomi," ujar putri Bentley yang lain, Louise Allee.  

Keputusan mendiang untuk menjadi donor tubuh, dimulai dengan Jim Bentley.

Ketika meninggal dunia karena pneumonia lebih dari 12 tahun lalu, Jim mendonorkan tubuhnya. Keputusan ini diikuti oleh isterinya, Rose Marie. 

Keputusan Rose Marie Bentley ini tampaknya memberikan kontribusi nyata bagi dunia medis. "Kurasa tidak ada di antara kita yang akan melupakannya, jujur," ujar Walker.

Baca Juga

loading...