Kemenristekdikti Naikkan Kuota Penerima Beaiswa Bidik Misi

Rochman Arief

Minggu, 7 April 2019 - 19:23

JATIMNET.COM Jember – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menaikkan kuota penerimaan beasiswa Bidik Misi dari 90 ribu mahasiswa pada  2018 menjadi 130 ribu mahasiswa tahun ini.

“Total mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi tahun ini mencapai 496.700 orang atau hampir setengah juta mahasiswa dari masyarakat yang kurang mampu. Peningkatan ini untuk meningkatkan sumber daya manusia," kata Menristekdikti Mohammad Nasir, Minggu 7 April 2019.

Ia mengatakan peningkatan kuota penerima beasiswa Bidik Misi merupakan komitmen pemerintah untuk mendorong anak Indonesia, yang secara ekonomi kurang beruntung agar tetap mendapatkan pendidikan tinggi yang lebih baik. Pemerintah, menurutnya, ingin memutus mata rantai kemiskinan melalui beasiswa Bidik Misi itu.

BACA JUGA: Unusa Wisuda 834 Orang, Termasuk Mahasiswa FK

“Pendidikan sangat penting untuk mendorong Indonesia bersaing di kelas dunia dan memanfaatkan bonus demografi. Kalau punya penduduk yang kualitas SDM-nya kurang baik, akan menjadi malapetaka, sehingga kami dorong untuk ditingkatkan SDM-nya agar menjadi luar biasa," tuturnya.

Kemenristekditi meminta Presiden Joko Widodo menaikkan kuota penerima beasiswa Bidik Misi untuk meningkatkan SDM di Indonesia dengan pertimbangan bonus demografi tersebut. Hal ini seiring dengan kebijakan Presiden Jokowi yang meminta anggaran SDM untuk ditingkatkan pada 2020.

Nasir juga menyampaikan pertimbangan kepada Presiden Jokowi untuk menaikkan kuota penerima Bidik Misi untuk anak miskin. Tujuannya agar tidak terjadi malapetaka besar-besaran karena kemiskinan akan melebar apabila tidak ada program beasiswa dan anggaran Bidik Misi.

BACA JUGA: Tulis Soal Tax Avoidance, Gadis Ponorogo Jadi Wisudawan Terbaik

“Hasil dari program beasiswa Bidik Misi yakni mahasiswa akan semakin pintar dan orang pintar akan mampu menggerakkan ekonomi, kemudian memiliki keahlian yang lebih baik. Orang yang punya pendidikan lebih baik, lebih mudah menerima perubahan," ujarnya.

Nasir optimistis orang yang mempunyai pendidikan tinggi akan memiliki inovasi yang lebih baik, semakin banyak orang pandai, tidak akan mudah dibohongi.

Berdasarkan hasil evaluasi, katanya, tingkat keberhasilan program Bidik Misi mencapai 99 persen dan tingkat kegagalannya hanya satu persen. (ant)

Baca Juga

loading...