Kemenperin Pacu Industri Mainan Perluas Pasar Ekspor

David Priyasidharta

Selasa, 7 Mei 2019 - 19:19

JATIMNET.COM, Jakarta - Kementerian Perindustrian berupaya memacu industri mainan memperluas pasar ekspor. Industri ini dinilai mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan manufaktur dan ekonomi nasional.

Data Kemenperin menyebutkan industri mainan tergolong sektor padat karya berorientasi ekspor, yang secara keseluruhan telah menyerap tenaga kerja sebanyak 23.644 orang.

“Ekspor komoditas mainan sepanjang tahun 2018 mencapai USD 381,2 juta, naik 16,57 persen dibandingkan tahun 2017 sebesar USD 347 juta,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih dalam siaran pers yang diterima Jatimnet.com, Selasa 7 Mei 2019.

BACA JUGA: Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Naik 4,45 Persen

Gati mengatakan pihaknya terus mendorong pelaku industri mainan di dalam negeri agar lebih produktif, meningkatkan daya saing, dan memperluas pasar ekspor.

Melalui penerbitan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 35 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perindustrian, pembinaan industri mainan berada di bawah Direktorat Jenderal IKMA Kemenperin.

“Maka itu, kami ingin melihat secara langsung kondisi industri mainan anak serta dapat menyerap aspirasi para pelaku usahanya itu sendiri,” tuturnya.

BACA JUGA: Kemenperin Pacu Produktivitas Perkebunan Kakao Melalui Industri 4.0

Terkait upaya menggenjot ekspor produk mainan nasional, Ditjen IKMA telah melakukan kerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan adanya fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). “Ini menjadi kesempatan bagi para pelaku IKM untuk memperluas pasar ekspornya, dengan memperlancar proses produksi mereka,” imbuhnya.

Kemudian, agar kinerja sektor industri mainan semakin produktif dan berdaya saing di tingkat global, Kemenperin telah mengusulkan mengenai pemberian insentif berupa super deductible tax.

Selain itu, sektor industri mainan juga dapat memanfaatkan fasilitas fiskal berupa Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP).

BACA JUGA: Gelar Pelatihan ‘Master Trainer’ Industri 4.0, Kemenperin Gandeng Jerman

Bahkan, dalam upaya melindungi produk dan pasar dalam negeri serta menghindari gempuran produk impor yang tidak berkualitas, pemerintah menerapkan pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) mainan anak secara wajib,” paparnya.

Selain memberikan jaminan terhadap produk yang masuk ke pasar domestik dengan kualitas yang baik dan aman bagi konsumen, menurut Gati, penerapan SNI mampu juga meningkatkan daya saing produk dalam negeri serta menembus pasar ekspor.

“Karena standar produk merupakan technical barrier yang dapat diterima oleh seluruh negara, dan memberikan efek positif, antara lain menjamin keamanan, keselamatan dan kualitas produk,” tegasnya.

Baca Juga

loading...