Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Naik 4,45 Persen

David Priyasidharta

Sabtu, 4 Mei 2019 - 11:37

JATIMNET.COM, Jakarta - Industri manufaktur besar dan sedang (IBS) di Tanah Air menorehkan kinerja positif pada kuartal I tahun 2019 naik 4,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 4,07 persen. Kenaikan produksi IBS ditopang oleh sektor industri pakaian jadi yang naik 29,19 persen karena melimpahnya order terutama dari pasar ekspor.

Capaian positif ini terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS).

“Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) termasuk dari lima sektor yang disiapkan menjadi andalan dalam penerapan industri 4.0 di Indonesia," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat 3 Mei 2019.

BACA JUGA: Kemenperin Pacu Produktivitas Perkebunan Kakao Melalui Industri 4.0

Airlangga mengatakan industri TPT merupakan salah satu sektor manufaktur yang dikategorikan strategis dan prioritas dalam perannya menopang perekonomian.

Ia juga menuturkan, kemampuan industri ini dalam dua tahun terakhir semakin kompetitif, baik di pasar domestik maupun global. Ini terlihat pada laju pertumbuhannya sepanjang tahun 2018 yang tercatat di angka 8,73 persen atau mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,17 persen.

“Pada tahun 2018, industri TPT menjadi penghasil devisa yang cukup signifikan dengan nilai ekspor mencapai USD 13,22 miliar atau naik 5,55 persen dibanding tahun lalu," katanya.

Selain itu, industri ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 3,6 juta orang. Ini yang menjadikan industri TPT sebagai sektor padat karya dan berorientasi ekspor.

BACA JUGA: Kebutuhan Tenaga Kerja Industri Terus Naik Hingga 2035

Sektor IBS lain yang produksinya tumbuh pesat adalah industri minuman sebesar 24,8 persen, lalu disusul industri percetakan dan reproduksi media rekaman 21,44 persen, industri pengolahan tembakau 17,19 persen, dan industri furnitur 12,92 persen.

Airlangga optimistis kinerja industri TPT serta industri makanan dan minuman mampu tumbuh tinggi pada semester I 2019. Lonjakan ini salah satunya ditopang oleh pertumbuhan konsumsi saat Pemilu 2019 dan bulan Ramadan.

“Peningkatan terutama di pasar domestik seiring pelaksanaan pemilu kemarin dan menjelang datangnya bulan Ramadan,” imbuhnya.

Baca Juga

loading...