Kemenkes RI Tinjau Lahan RS Baru Kota Probolinggo

Zulkiflie

Sabtu, 22 Juni 2019 - 05:46

JATIMNET.COM, Probolinggo - Tim Kementerian Kesehatan RI bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timutr melakukan kunjungan ke Kota Probolinggo, Jumat 21 Juni 2019. Mereka akan menindaklanjuti rencana pembangunan rumah sakit baru kota setempat.

Dalam kunjungan itu, Tim Kemenkes dan Pemprov melihat langsung lahan yang bakal dibangun rumah sakit. Lahan seluas kurang lebih 3,8 hektare itu berada di Kecamatan Wonoasih.

Wakil Wali Kota Probolinggo M Soufis Subri mengatakan dengan rumah sakit baru dan lokasinya berada di wilayah selatan kota, diharapkan berdampak secara langsung pada pemerataan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA: Warganet Probolinggo Digegerkan Unggahan Dugaan Penistaan Agama di Medsos

Subri juga mengatakan rumah sakit baru ini juga diperlukan mengingat kondisi RSUD dr Saleh yang sudah tidak memungkinkan untuk dikembangkan.

“Begitu kompleksnya kondisi rumah sakit yang ada saat ini. Kita tahu RSUD dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo sudah berdiri sejak 1958,” kata Subri yang mendampingi langsung kunjungan Tim Kemenkes ini.

Ia mengatakan lingkungan RSUD dr Mohamad Saleh sudah padat dan tidak mungkin dikembangkan lagi. Padahal, banyak pasien yang harus ditampung baik dari dalam, atau luar Kota Probolinggo.

Berdasarkan hasul peninjauan lapangan, kata Subri, keberadaan lokasi pendirian rumah sakit baru ini tidak ada masalah.

BACA JUGA: Penerapan Tarif Tol Paspro Resmi Berlaku Rabu Pekan Depan

Sementara Tim Kemenkes yang dipimpin Kasubdit Fasyankes Rujukan, Ditjen Yankes Kementerian Kesehatan RI, Mujadid mengatakan, pembangunan rumah sakit baru ini akan menggunakan dana dana APBD. Baru setelahnya, melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) untuk pembangunan lanjutannya.

“Awalnya menggunakan dana APBD, Nanti setelahnya pengusulan berikutnya, baru menggunakan DAK untuk menu pembangunan lanjutan,” terang Mujadid.

Mujadid mengatakan pembangunan rumah sakit ini memungkinkan jika RSUD yang ada sudah overload, atau tidak bisa dikembangkan lagi. Namun demikian, untuk pembangunan RS kelas C, Mujadid mengatakan harus ada empat dokter spesialis, yaitu spesialis anak, bedah, obgyn dan penyakit dalam.

Sementara tipe B ada dokter sub spesialis. Selain itu ada standar alat, sarana prasarana dan SDM yang sudah diatur dalam Permenkes. Sehingga makin tinggi kelasnya makin complicated.

BACA JUGA: Syahbandar Probolinggo Imbau Nelayan dan Nakhoda Kapal Waspada

“Kalau mampu tipe D ya gak masalah, C juga gak masalah. Asal saat membangun langsung operasional. Yang terberat dari pembangunan RS itu, SDM-nya. Kalau mau beli alat atau membangun ruangan itu gampang asal ada duit,” ujarnya.

Dari kunjungan itu, Mujaddid menyampaikan, akan membuat laporan telaah staf pada pimpinan yang disesuaikan dengan peraturan yang berlaku saat ini.

Sekadar informasi, pembangunan RSUD tipe B ini diperkirakan membutuhkan dana kurang lebih sekitar Rp 500 miliar hingga Rp 700 miliar. Pemerintah Kota Probolinggo telah menyiapkan anggaran melalui APBD mulai tahun 2020 mendatang.

Baca Juga

loading...