Kamis, 30 April 2026 10:14 UTC

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berfoto bersama para guru dalam acara Simposium Guru Nasional Kementerian Agama Tahun 2026 di Jakarta, Rabu, 29 April 2026. Foto: Istimewa/ Humas Kemenag
JATIMNET.COM – Kementerian Agama (Kemenag) terus mempercepat pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru binaannya di seluruh Indonesia. Hingga Maret 2026, realisasi penyaluran TPG untuk Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) periode Januari–Februari telah mencapai 87,4 persen.
Perkembangan tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat membuka Simposium Guru Nasional Kementerian Agama Tahun 2026 di Jakarta, Rabu, 29 April 2026. Menurutnya, percepatan pencairan tunjangan menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru.
Data Kementerian Agama menunjukkan, dari 234.265 guru PAI yang berhak menerima TPG, sebanyak 204.747 guru telah memperoleh haknya hingga akhir Maret 2026.
"Bagi yang masih dalam proses, saya telah menginstruksikan jajaran di daerah untuk mempercepat verifikasi dokumen dan transfer bank agar tidak ada lagi guru yang harus menunggu terlalu lama," tegasnya.
BACA: Kemenag Targetkan Sertifikasi 467.353 Guru Tuntas dalam Dua Tahun
Selain guru PAI, pencairan TPG bagi guru madrasah non-ASN juga telah mencapai 100 persen secara nasional. Capaian tersebut termasuk pembayaran kepada guru lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun 2025 yang telah mengantongi Nomor Registrasi Guru (NRG).
Seluruh pencairan TPG bagi guru madrasah non-ASN dilakukan menggunakan anggaran yang telah tersedia di masing-masing daerah. Dengan demikian, guru yang memenuhi persyaratan dapat menerima tunjangan tanpa harus menunggu tambahan alokasi anggaran.
Sementara itu, proses pencairan TPG bagi guru madrasah ASN masih berlangsung secara bertahap. Menurut Menag, sebagian pemerintah daerah telah menyalurkan tunjangan tersebut, sedangkan daerah lainnya masih menyelesaikan proses administrasi.
"Sedangkan Pencairan TPG Madrasah ASN masih belum seragam secara nasional. Sebagian daerah sudah mencairkan sebagian lainnya masih dalam proses," ungkap pria yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini.
Nasaruddin menegaskan Kementerian Agama akan terus mengawal percepatan pencairan TPG agar seluruh guru yang berhak segera menerima haknya. Ia meminta seluruh jajaran di daerah mempercepat proses verifikasi administrasi sehingga tidak terjadi keterlambatan pembayaran.
BACA: Kemenag Usulkan Insentif Guru Non-ASN Setara UMK, Perjuangkan Honorer Madrasah Diangkat Jadi P3K
Percepatan pencairan TPG merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru sekaligus memberikan apresiasi terhadap profesionalisme tenaga pendidik yang telah memenuhi persyaratan sebagai guru bersertifikat.
Selain mempercepat pencairan TPG, Kementerian Agama juga tengah mengakselerasi program sertifikasi guru melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pemerintah menargetkan sebanyak 467.353 guru berkualifikasi S1 dapat memperoleh sertifikat pendidik dalam dua tahun dengan dukungan anggaran Rp11,59 triliun. Program tersebut diharapkan memperluas jumlah guru yang berhak menerima TPG pada masa mendatang.
Di sisi lain, Kementerian Agama juga terus menyiapkan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan guru non-ASN. Pemerintah mengusulkan penyesuaian bantuan insentif berdasarkan standar Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), sekaligus memperjuangkan pengangkatan guru honorer madrasah menjadi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui koordinasi dengan Kementerian PAN-RB, BKN, dan DPR.
Berbagai kebijakan tersebut menunjukkan komitmen Kementerian Agama dalam membangun tata kelola guru yang lebih baik, mulai dari peningkatan kompetensi melalui sertifikasi, penguatan kesejahteraan, hingga percepatan pemenuhan hak-hak guru melalui pencairan TPG.
