JATIMNET.COM, Surabaya - Dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Muchammad Romahurmuziy menulis kekayaan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan itu mencapai Rp 11.834.972.656.

Dokumen yang dilaporkan oleh setiap penyelenggara negara dan dikeluarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu dibuat tahun 2010 saat Romahurmuziy menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014.

Dokumen itu merinci kekayaan politisi yang lahir di Sleman Jawa Tengah 45 tahun lalu.

Kekayan terbanyak berasal dari harta berupa Giro dan setara kas sebesar Rp 5,2 miliar.

BACA JUGA: Usut Korupsi RAPBN KPK Periksa Romahurmuziy

Berikutnya harta tidak bergerak menyusul dengan nilai sebesar Rp 2,5 miliar.

Terdapat 13 aset dalam harta tidak bergerak, berupa tanah dan bangunan. 12 aset di antaranya berada di Bekasi, Tangerang dan Jakarta, sedangkan satu aset tanah dan bangunan berada di Kabupaten Sleman.

13 Aset itu berasal dari hasil perolehan sendiri antara tahun 2008 dan 2009

BACA JUGA: Ketum PPP Romahurmuziy Tertangkap Operasi Tangan KPK

Selain harta tidak bergerak, terdaftar pula harta bergerak dengan total Rp 2,6 miliar.

Rinciannya berupa aset transportasi sebesar Rp 775 juta dalam bentuk dua mobil Toyota Innova masing-masing diperoleh tahun 2007 dan 2008, satu Mitsubishi Pajero Sport diperoleh tahun 2009, satu motor Honda Supra Fit diperoleh tahun 2006 dan satu mobil Ford Laser perolehan tahun 1996.

Selain transportasi tertera perseroan terbatas dengan nama, PT. DUGAPAT MAS bernilai sebesar Rp 1,4 miliar. Perseroan itu tidak berjalan dalam bidang pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, pertambangan, peternakan.

Bentuk harta bergerak lain berupa batu dan logam mulia serta warisan dan hibah perolehan tahun 1999 hingga 2009 dengan nilai total Rp 425 juta.

BACA JUGA: Kemenag Jatim Bantah Penangkapan Romahurmuziy Berlangsung di Kantornya

Selanjutnya Romahurmuziy juga memiliki harta dalam bentuk surat berharga sebanyak 12 item bertahun investasi 2008 senilai Rp 1,1 miliar.

Dalam dokumen itu juga tersebut harta piutang sebesar Rp 164 juta.