Kasus Pelepasan Aset PT PWU, MA Bebaskan Dahlan Iskan

M. Khaesar Januar Utomo

Selasa, 30 April 2019 - 21:39

JATIMNET.COM, Surabaya - Mahkamah Agung akhirnya memutus bebas Dahlan Iskan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur. Putusan MA ini menguatkan putusan bebas pada tingkat banding Pengadilan Tinggi Surabaya.

Proses hukum yang terjadi di MA ini terjadi setelah jaksa penuntut umum mengajukan kasasi menyusul putusan bebas di Pengadilan Tinggi Surabaya.  

Ihwal putusan bebas itu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim masih belum mendapatkan salinan putusan MA tersebut. Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jatim, Richard Marpaung mengatakan sampai saat ini Kejaksaan masih belum menerima salinan putusan MA.

BACA JUGA: Kasus Korupsi PT PWU, MA Vonis Wishnu 3 Tahun

"Kami belum menerima salinan apa pun terkait putusan MA itu," bebernya, Selasa, 30 April 2019.

Karena itulah, ia belum bisa memberikan banyak komentar terkait penolakan kasasi JPU oleh MA ini, meski putusan itu tercantum resmi di website MA. "Karena apa yang ada di website belum bisa kami pakai jadikan acuan. Kami harus menerima salinan putusan dulu, baru kami bisa pelajari," tambahnya.

Soal upaya hukum lain, seperti peninjauan kembali (PK), Richard mengatakan, bahwa itu merupakan upaya hukum luar biasa. Pihaknya belum bisa mengambil sikap, sebelum mempelajari putusan tersebut.

"Itu kan upaya hukum luar biasa, ya nanti kita lihat putusannya bagaimana. Kami pelajari baru bisa ambil sikap," tegasnya.

BACA JUGA: Akhir Pelarian Wisnu

Richard berjanji akan secepatnya memberikan tanggapan terkait putusan hakim MA jika salinan putusannya telah diterima.

Seperti diketahui Dahlan Iskan merupakan Dirut PT PWU periode 2000-2010. Kasus ini bermula saat terjadinya tukar guling aset BUMD PT PWU di Jawa Timur.

Dahlan divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Surabaya dan dijatuhi hukuman penjara 2 tahun. Tapi dalam dalam banding, Pengadilan Tinggi Jawa Timur membebaskannya. Jaksa mengajukan kasasi ke Mahkamah. Kasus ini juga menyeret Mantan Ketua DPRD Surabaya, Wisnu Wardhana.

 

Baca Juga

loading...