Jepang Umumkan Era Kekaisaran Baru "Reiwa"

Nani Mashita

Reporter

Nani Mashita

Senin, 1 April 2019 - 14:58

JATIMNET.COM, Surabaya - Putra Mahkota Naruhito akan jadi Kaisar Jepang pada 1 Mei mendatang. Era kekaisaran terbaru ini akan diberi nama Reiwa.

Penamaan ini sudah jadi spekulasi panas selama berminggu-minggu di Jepang. Setelah diskusi rahasia, akhirnya dua huruf kanji ini dipilih untuk menandai pemerintahan Kaisar Naruhito.

Nama baru era Kekaisaran Jepang diumumkan oleh Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga, dilansir dari BBC.com, Senin 1 April 2019.

Dia terlihat memegang sebuah papan berisi dua karakter. Yaitu "Rei", yang dapat memiliki makna yang terkait dengan "ketertiban" tetapi juga "keberuntungan". Karakter kedua adalah "Wa", biasanya diterjemahkan sebagai "perdamaian" atau "harmoni."

BACA JUGA: Kemenperin Tarik Investor Jepang Produksi Baterai Kendaraan Listrik

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe lalu menjelaskan penamaan era Kekaisaran Jepang. Setiap pemerintahan Kaisar Jepang, atau "gengo", diberi nama yang kemudian digunakan bersama kalender Barat untuk menandai tahun-tahun di Jepang.

Selain itu, penamaan gengo tetap penting bagi kebanyakan orang Jepang dalam kehidupan sehari-hari mereka. Nama era ini akan muncul di koin, surat kabar, SIM dan dokumen resmi.

Ini untuk pertama kali nama kekaisaran diambil dari antologi puisi Jepang kuno, Manyoshu, bukan yang Cina, kata Abe. Dia menjelaskan Manyoshu melambangkan budaya publik yang mendalam dan tradisi panjang Jepang.

"Bangsa kami menghadapi titik balik yang besar, tetapi ada banyak nilai Jepang yang tidak boleh pudar," kata Abe kepada wartawan.

BACA JUGA: Jepang Uji Coba Bus Tanpa Sopir di Bandara

Jepang memiliki empat era kekaisaran modern. Yang pertama Kaisar Akihito menamai era kekuasaannya dengan Heisei yang berarti mencapai perdamaian. Kaisar Akihito menggantikan era Showa (1926-1989), yang artinya era kerukunan yang tercerahkan.

Sebelumnya, ada era Taisho (1912-1926) yang berarti kebenaran yang luar biasa. Sedangkan Gengo Meiji (1868-1912) berarti pemerintahan yang tercerahkan.

Pemerintah Jepang mengonfirmasi pada Desember 2017 bahwa kaisar saat ini, Akihito yang berusia 85 tahun, akan turun tahta pada April 2019 karena usia tua dan menyerahkan tahta kepada putranya, Putra Mahkota Naruhito.Naruhito akan naik ke Tahta Krisantemun pada 1 Mei 2019.

Akihito menjadi kaisar pertama Jepang yang turun tahta dalam dua abad terakhir ini. Biasanya, era baru dimulai ketika kaisar yang lama meninggal dan putra mahkota naik tahta. Adapun pengumuman dibuat satu bulan lebih awal agar kantor pemerintahan dan perusahaan dapat memperbarui perangkat lunak mereka dan mempersiapkan transisi sebelum akhirnya berlaku mulai bulan depan.

Baca Juga

loading...