Jegal Trump, Lima Perempuan Demokrat Maju di Pilpres AS

Nani Mashita

Senin, 11 Februari 2019 - 16:18

JATIMNET.COM, Surabaya - Pemilihan Presiden Amerika Serikat mulai bergeliat. Lima kandidat perempuan mengumumkan maju dalam pilpres AS 2020 lewat Partai Demokrat. Mereka bersiap menumbangkan Donald Trump dari kursi kepresidenan dalam Pemilihan Presiden di tahun 2020 mendatang. Namun sebelumnya, lima kandidat harus bertanding di tingkat negara bagian dan memperebutkan suara partai hingga ditetapkan sebagai capres resmi dari Partai Demokrat.

Dilansir dari BBC, Senin 11 Februari 2019, lima kandidat itu antara lain Amy Klobuchar, Kamala Harris, Elizabeth Warren, Kirsten Gillibrand dan Tulsi Gabbard.

Secara teknis lima perempuan itu harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk bisa mencalonkan diri menjadi presiden. Antara lain harus 'terlahir sebagai warga negara AS', berusia setidaknya 35 tahun, dan telah bermukim di AS selama 14 tahun. Sejak 1933, hampir semua presiden yang terpilih sebelumnya menjabat sebagai gubernur, senator, atau perwira tinggi militer. Syarat lain 'yang tidak tertulis' adalah termasuk tokoh nasional dan menjadi sumber media.

Berebut suara partai

Selain itu, lima kandidat itu harus mengikuti serangkaian pemilihan di tingkat partai yang berlangsung di setiap negara bagian. Pemenang di pemilihan negara bagian akan mendapatkan sejumlah anggota partai (biasa disebut delegates) yang punya kewenangan memilih dan menentukan capres di konvensi partai yang digelar pada Juli. Pada konvensi ini pula calon resmi diumumkan. Semakin banyak suara yang didapat di negara bagian, makin banyak perolehan delegates di konvensi, yang pada akhirnya meningkatkan kesempatan untuk terpilih sebagai capres resmi.

BACA JUGA: Foto Bocah Tertidur Saat Donald Trump Berpidato Menjadi Viral

Pengumuman lima kandidat perempuan minus Hillary Clinton dalam partai Demokrat dicatat sebagai fenomena menarik. Jumlah kandidat perempuan tahun ini disebut makin bertambah dibandingkan tahun lalu. Hal itu memperbesar peluang negara berjuluk paman sam itu bakal punya presiden perempuan pertama dalam sejarah kepresidenannya sekaligus mengganti posisi Donald Trump.

Lima kandidat yang sudah mengumumkan kesertaan mereka memiliki rekam jejak yang mengagumkan seperti dikutip dari BBC, Senin 11 Februari 2019.

Berusia 37 hingga 69 tahun

Kandidat pertama, Amy Klobuchar dikenal sebagai seorang senator dari Minnesota selama tiga periode. Klobuchar yang juga berprofesi sebagai pengacara itu akan fokus pada perjanjian iklim di Paris jika terpilih sebagai presiden nanti. Pengumuman politisi Demokrat ini berlangsung unik dengan berpidato di tengah suhu udara mencapai -9 derajat celsius di tepi sungai Mississippi.

Kandidat berikutnya adalah Kamala Harris. Senator untuk California ini dikenal kaya akan delegasi primer. Perempuan berusia 54 tahun dengan latar etnis minoritas menjadi sosok baru di panggung politik nasional AS. Haris sebelumnya berprofesi sebagai jaksa agung negara bagian California pada 2011-2017. Dia dikenal sebagai orang India-Amerika pertama  sekaligus wanita Afrika-Amerika yang terpilih sebagai Senator AS.

Harris mengumumkan pencalonannya pada Januari lalu.

Kandidat ke tiga adalah Elizabeth Warren, senator kawakan asal Massachusetts berusia 69 tahun. Warren menjadi favorit golongan kiri progresif karena aktivitasnya mendorong regulasi yang lebih ketat di sektor keuangan setelah jatuhnya ekonomi 2008.

BACA JUGA: Bos Amazon, Jeff Bezos Mengaku Diperas National Enquirer

Selama masa jabatannya di Senat AS, dia tenar dengan interogasinya yang keras terhadap para eksekutif Wall Street dan sebagai kritikus yang blak-blakan tentang kesenjangan pendapatan. Donald Trump sering mencemooh Warren sebagai “Pocahontas” karena pernyataannya di masa lalu yang menyebut dirinya sebagai “warisan asli Amerika”.

Aktivis #MeToo hingga agama minoritas

Kandidat ke empat adalah Kirsten Gillibrand. Lahir di Albany, New York 9 Desember 1966, Senator asal New York ini pernah duduk di kursi DPR AS (2007-2009). Peraih gelar sarjana magna cum laude dari Dartmouth College pada tahun 1988 ini sempat bekerja di sebuah firma hukum. Keputusannya maju di Pilpres AS 2020 bukanlah sebuah kejutan karena dia sudah cukup lama mempersiapkannya.

Gillibrand menjadi salah satu aktivis #MeToo yaitu sebuah gerakan melawan kekerasan dan pelecehan seksual. Dia bahkan sempat membuat marah sejumlah politisi Demokrat karena menuntut Senator Al Franken mundur akibat tuduhan pelecehan seksual. Gillibrand pernah bekerja untuk Hillary Clinton saat maju sebagai senator di tahun 2000. Dia lalu menggantikan posisinya saat Hillary ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri AS di tahun 2010. Gillibrand mudah memenangkan pemilihan ulang pada tahun 2012. Gillibrand juga seorang seorang warga New York, muda dan karismatik. Ia dapat memanfaatkan banyak uang kampanye dengan posisinya.

BACA JUGA: Kaos"Keadilan Gender" Spice Girls Diproduksi Buruh Berupah Rp 6.500

Kandidat terakhir adalah Tulsi Gabbard. Lahir di Amerika Samoa, perempuan 37 tahun itu adalah anggota Hindu pertama Kongres AS mewakili  distrik Hawaii. Gabbard adalah pendukung Bernie Sanders sebagai capres di tahun 2016 dan menjadi pendukung asuransi kesehatan universal, peningkatan upah minimum dan kebijakan luar negeri anti-intervensi.

Bagi Gabbard, politik adalah bisnis keluarga. Ibunya, Carol Gabbard, berada di Dewan Pendidikan Negara Bagian Hawaii; ayahnya, Mike Gabbard, adalah seorang aktivis politik dan anggota Dewan Kota Honolulu, paling dikenal di Hawaii karena menjadi salah satu penentang utama kesetaraan LGBTQ di negara bagian itu.

Gabbard sempat dikritik lantaran bertemu dengan Bashar al-Assad pada Januari 2017. Saat itu presiden Suriah itu sedang menerima tuduhan berulang kali menggunakan gas beracun pada populasi sipil. Gabbard juga menentang perjanjian nuklir Iran dan mengutuk "ekstremisme Islam" dalam bahasa yang lebih mengingatkan pada kandidat dari Republik.

Baca Juga

loading...