JATIMNET.COM, Surabaya - Orang terkaya sedunia, Jeff Bezos meradang. Dia mengaku diperas oleh tabloid The National Enquirer. Sebagai ilmbalannya, Bezos diminta menarik pernyataan terkait hasil ivestigasinya bahwa ada motif politik dibalik tersebarnya berita, foto dan pesan rahasia dengan kekasihnya di Enquirer sebelumnya.

Tuduhan ini ditulis Bezos dalam sebuah blog,Medium dengan judul No Thank You Mr. Pecker.  Dalam blognya, Bezos mereproduksi email dari Wakil Penasehat Umum American Media Inc (AMI) penerbit Enquirer, Jon Fine kepada pengacara Bezos, Gavin de Becker. Dalam surat elektronik itu, AMI meminta agar Bezos dan de Becker memberikan pernyataan publik  bahwa Bezos "tidak punya pengetahuan atau dasar bahwa liputan AMI bermotif politik." 

Sebagai imbalan atas pengakuan itu, menurut email tersebut, AMI menawarkan untuk tidak mempublikasikan, mendistribusikan, membagikan atau mendeskripsikan teks dan foto intim Bezos dengan kekasihnya. Bezos mengatakan permintaan AMI salah dan menggambarkan tawaran itu "terlalu tinggi".

BACA JUGA: Facebook Jejaring Sosial Terbesar Dunia Berulang Tahun Hari Ini

"Tentu saya tidak ingin foto-foto pribadi dipublikasikan. Tapi saya juga tidak akan berpartisipasi dalam pemerasan, bantuan politik, serangan politik, dan korupsi. Saya memilih untuk bertahan dan melihat apa yang akan terjadi,” tulisnya.

American Media Inc (AMI) yang menerbitkan Enquirer belum merespon permintaan wawancara, seperti dilansir dari http://www.reuters.com, Jumat 8 Februari 2019.

Tuduhan ini menjadi babak baru perselisihan antara dirinya dengan American Media Inc (AMI) David J. Pecker yang dikenal dekat dengan Presiden Donald Trump. Enquirer adalah salah satu media yang diterbitkan oleh AMI. Sedangkan Bezos adalah pemilik koran berpengaruh, The Washington Post yang selama ini terus mengkritik kebijakan nyleneh sang presiden. Ia juga kerap dikritik Trump lewat cuitannya di Twitter.

BACA JUGA: Indonesia Berpeluang Jadi Produsen Baja Terbesar di Dunia

Perselisihan dimulai ketika bulan lalu Bezos dan isterinya, MacKenzie mengumumkan telah bercerai setelah menikah selama 25 tahun. Di saat yang sama, The National Enquirer disebut telah mempublikasikan laporan sepanjang 11 halaman yang antara lain berisi tentang pesan singkat dan foto intim Bezos dengan Lauren Sanchez, mantan pembawa berita sebuah televisi.

Dalam laporannya, Enquirer menuliskan keduanya melakoni perjalanan lima negara sejauh 40 ribu mil. Keduanya dilaporkan memadu kasih dengan jet pribadi, mengendarai limosin, dan tinggal di hotel bintang lima. Artikel ini juga memuat sejumlah pesan cinta yang dikirimkan Bezos.

Kemunculan Bezos di tabloid gosip jelas menimbulkan keanehan tersendiri di kalangan media di Washington dan New York. Tak pelak spekulasi pemberitaan berkaitan dengan politik sangat kencang berembus,  mengingat aliansi Enquirer dengan Gedung Putih.

Di sisi lain, CEO Amazon ini dikenal sebagai sosok yang menutup rapat kehidupan pribadinya. Maka ketika perselingkuhannya diumbar ke publik, dia langsung menyewa detektif keamanan terkenal Gavin de Becker.

BACA JUGA: The Mule, Kisah Penyelundup Narkoba Tertua Sedunia

Gavin de Becker ditugasi untuk menyelidiki bagaimana foto-foto intim dan pesan rahasia itu bisa tersebar. Hasilnya, de Becker menyatakan publikasi tersebut memiliki motif politik.

 "Tidak dapat dihindari bahwa orang-orang kuat tertentu yang pernah diliput Washington Post akan salah menyimpulkan bahwa saya adalah musuh mereka," tulis Bezos. "Presiden Trump adalah salah satu dari orang-orang itu, jelas dengan banyak tweetnya."

“ Jika saya dengan posisi saya sekarang, berdiam diri melawan pemerasan seperti ini, maka berapa banyak orang yang bisa melawan? tulis pemilik saham Amazon senilai lebih dari USD 120 miliar itu di dalam blognya.