JATIMNET.COM, Surabaya - Netizen dunia sedang dibuat riuh dengan foto seorang anak tertidur. Bukan sembarang anak, dia adalah Joshua Trump yang tertidur saat Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraannya di depan Kongres Selasa petang 5 Februari 2019 waktu setempat.

Eits...Joshua bukanlah anak dari Donald Trump-Melania. Dia adalah seorang anak 11 tahun yang selama ini dicemooh oleh teman-temannya karena memiliki nama keluarga yang sama dengan Presiden AS saat ini, Donald Trump.  

Dilansir dari www.afp.com, Kamis 7 Februari 2019, Joshua terlihat mengenakan kemeja putih dengan dasi gelap. Entah apa penyebab pelajar dari Delaware ini tertidur di tengah pidato kenegaraanawal tahun Donald Trump.  

Tetap saja, insiden ini membuat pengguna Twitter riuh. Bukan untuk merundung Joshua. Mereka ramai-ramai membubuhkan label 'perlawanan' karena Joshua tertidur saat Trump berpidato.

BACA JUGA: Hasto Sebut Prabowo Tiru Gaya Kampanye Trump

Saat itu, Trump sedang memperbarui janjinya untuk membangun perbatasan AS-Meksiko dan menyatakan imigrasi ilegal sebagai krisis nasional yang mendesak. Tak ayal netizen pun bersorak. Total ada 4.256 tweeps menggunakan tagar #JoshuaTrump.

"Joshua Trump bersuara untuk seluruh rakyat Amerika."

"Tidak semua pahlawan mengenakan jubah," cuit yang lain.

Di tengah keriuhan netizen, sebenarnya ada kisah sedih yang dialami oleh Joshua Trump. Gara-gara memiliki nama keluarga yang sama, Joshua kerap dipanggil "bodoh" dan "idiot" oleh teman-temannya. Cemoohan yang makin memburuk membuat orang tuanya mengambil keputusan ekstrem yaitu keluar dari sekolah.  Lima siswa mendapatkan teguran disiplin dari sekolah dan meminta maaf pada bocah malang tersebut.

Tindakan bully itu ternyata didengar oleh Melania Trump yang kini menjadi aktivis anti perundungan. Dia pun mengundang Joshua, bersama 12 undangan lain untuk hadir dalam pidato kenegaraan Trump tersebut. 

BACA JUGA: Misionaris Kristen Amerika Dibunuh Suku Terasing di Kepulauan Andaman

Sayangnya, langkah Melania mengundang korban bully ini dikritik. Apalagi kalau bukan karena sikap keras Donald Trump yang kerap memberi label ofensif kepada musuh politik, kritikus dan media.  "Ibu negara berada dalam posisi yang sangat sulit. Aku berharap dia sangat memiliki pengaruh pada suaminya," kata Claudio Cerullo, pendiri situs TeachAntiBullying.org, kepada AFP.

Trump memberikan pidato State of The Union selama 82 menit yang berlangsung pada Selasa 5 Februari 2019 petang waktu setempat. Pidato kenegaraan awal tahun itu juga banyak menerima kritikan lantaran Trump tak menyinggung masalah penting, seperti shutdown yang sedang berlangsung di negara itu.