Jadi Saksi Muncikari, Vanessa Akui Terima Rp 35 Juta

M. Khaesar Januar Utomo

Senin, 1 April 2019 - 19:41

JATIMNET.COM, Surabaya – Sidang kasus prostitusi daring yang digelar di PN Surabaya dengan terdakwa dua muncikari Tentri Novianta (TN) dan Endang Suhartini (ES) alias Siska, menghadirkan Vanessa Angel sebagai saksi, Senin 1 April 2019.

Sidang yang digelar di ruang Garuda itu berlangsung secara tertutup. Namun, usai sidang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Novan Arianto mengungkapkan sedikit pengakuan yang disampaikan Vanessa Angel.

Menurut Novan, saksi mengaku kecewa dengan pemberitaan media massa yang berlebihan terhadap dirinya. Vanessa mengaku hanya menerima uang sebesar Rp 35 juta dari transaksi prostitusi daring ini.

BACA JUGA: Vanessa Angel Ajukan Penangguhan Penahanan dan Pra Peradilan

"Dia (Vanessa Angel) kecewa dengan ada pemberitaan di media massa yang berlebihan," ucapnya usai sidang, Senin 1 April 2019.

Novan enggan membeberkan semua kesaksian Vanessa dalam persidangan tersebut. Hal ini dikarenakan proses persidangan masih berlangsung. "Cukup itu saja yang saya ceritakan dalam persidangan itu," ucapnya.

Novan mengatakan, kesaksian Vanessa Angel ini sangat dibutuhkan untuk membuktikan kegiatan kedua muncikari. Sehingga dirinya meminta untuk bersabar karena persidangan masih berjalan. "Kan belum semuanya diperiksa. Baru Vanessa ini saja yang diperiksa," jelasnya.

BACA JUGA: Kronologi Transaksi Muncikari Vanessa Angel Terungkap di Persidangan

Dalam sidang Tentri itu, JPU sebenarnya memanggil saksi lainnya, Rian Subroto orang yang memesan Vanessa Angel. Namun, Rian tidak datang.

Menurut Novan, kejaksaan sudah mengirimkan surat kepada semua saksi yang akan dimintai keterangan. Akan tetapi surat panggilan yang tertuju pada Rian Subroto itu kembali ke kejaksaan. "Sudah saya kirim sesuai alamat di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang ada di Lumajang," ucapnya.

Saat disinggung apa kejaksaan akan memanggil kembali Rian yang ditenggarai berada di Jakarta sesuai dengan yang pernah diucapkan Polda Jatim, Novan hanya menjawab, "Kita patokannya hanya yang ada di BAP".

Baca Juga

loading...