Istilah 'Tol Langit', Begini Menurut Kementerian Kominfo

David Priyasidharta

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:56

JATIMNET.COM, Jakarta - Perbincangan publik baru-baru ini diramaikan dengan istilah 'Tol Langit'. Istilah ini merujuk pada kecepatan akses internet layaknya jalan tol.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Komunikasi dan Informasi (Dirut BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Anang Latif menjelaskan dengan tol langit ini, seluruh Indonesia akan mendapatkan sinyal yang bisa menghadirkan internet cepat.

“Jadi seolah-olah sinyal cepat itu adalah sebuah tol. Kan seolah-olah kita gambarkan sinyal itu pasti ada di atas ya. Entah itu sinyal 4G atau sinyal Wifi, nah perumpaan inilah yang sebenarnya dimaksud sama pak (Menkominfo) Rudiantara,” kata Anang saat berbicara dalam program TokTok Kominfo di Gedung BAKTI, Jakarta, Selasa 19 Maret 2019.

Anang mengatakan, layaknya jalan tol yang menghubungkan jalan lintas kota/kabupaten maupun provinsi tanpa hambatan macet, demikian juga dengan tol langit yang nantinya bisa menghadirkan akses internet kian cepat dan antilemot.  

BACA JUGA: Setiap Desa Bakal Tersambung Internet

Ia memaparkan istilah tol langit ini bermuara pada program BAKTI Kominfo yaitu Palapa Ring yang dibagi menjadi jaringan Palapa Ring Barat, Tengah dan Timur. Proyek ini merupakan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Jaringan-jaringan ini sebenarnya digelar di lautan maupun di daratan yang pada akhirnya nanti menyiapkan sinyal tanpa hambatan. Inilah proyek yang pertama kali menggunakan skema KPBU pada tahun 2015,” jelasnya dalam laman Kementerian Kominfo.

Secara fisiknya, Anang menjelaskan proyek Palapa Ring atau yang dengan mudah diistilahkan sebagai tol langit ini, pada intinya untuk membangun jaringan serat optik di daerah-daerah yang termasuk wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal).

BACA JUGA: Akses Internet Jangkau 2.451 Lokasi di Daerah Tertinggal

Pada tahun 2015, dari 514 kabupaten dan kota, ternyata baru ditemukan 400 daerah yang baru terjangkau dengan jaringan serta optik. Sehingga ada 114 daerah yang belum terjangkau.  

"Oleh karena itu, Kementerian Kominfo mengajak para operator untuk membagi tugas dalam pembangunan tersebut," tegas dia.

Saat ini perkembangan proyek Palapa Ring hampir mencapai masa konstruksi pembangunannya. Palapa Ring Barat dan Tengah telah beroperasi pada tahun 2018.

Sementara untuk Palapa Ring Timur masa konstruksinya hingga saat ini telah mencapai 94,5 persen dan ditargetkan akan selesai di pertengahan tahun ini.

Baca Juga

loading...