Logo

Kualitas Menu MBG di Tuban Dikeluhkan Wali Murid, Ada Siswa Hanya Terima Donat dan Susu

BGN Sebut Anggaran MBG Per Porsi Rp 8 Ribu, Bukan Rp 15 Ribu
Reporter:,Editor:

Selasa, 24 February 2026 05:22 UTC

Kualitas Menu MBG di Tuban Dikeluhkan Wali Murid, Ada Siswa Hanya Terima Donat dan Susu

Salah satu menu MBG keringan di bulan Ramadhan yang tersebar di wilayah Kabupaten Tuban. Foto: Istimewa/ Dok warga

JATINET.COM, Tuban – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tuban kembali menjadi perbincangan. Di hari pertama pembagian usai libur sekolah, sejumlah wali murid mengaku terkejut melihat menu yang diterima anak-anak mereka.

Beberapa siswa disebut hanya membawa pulang donat, buah belimbing, dan susu kemasan kecil.

Para orang tua menilai sajian yang diberikan belum mencerminkan standar gizi yang layak bagi siswa.

Seorang wali murid di SD Negeri wilayah Kecamatan Semanding yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa anaknya hanya menerima buah belimbing, donat, serta susu kemasan ukuran kecil.

“Saya bersyukur ada MBG, tapi setidaknya harus sesuai kualitasnya,” tuturnya.

Keluhan serupa ramai di media sosial. Orang tua membagikan foto menu yang terdiri dari roti kecil, jambu kristal, snack kemasan, hingga singkong rebus.

BACA: Penyebab Keracunan MBG di Mojokerto Mengarah ke Telur Ayam Rebus

Bagi sebagian orang tua, persoalan ini bukan sekadar jenis makanan. Mereka berharap program tersebut benar-benar mendukung kebutuhan gizi anak selama jam belajar.

Hingga Selasa, 24 Februari 2026, unggahan terkait menu MBG masih ramai diperbincangkan warganet Tuban.

Keluhan serupa bermunculan di media sosial, terutama Facebook. Sejumlah orang tua mengunggah foto menu yang diterima anak mereka dan mempertanyakan kelayakannya.

Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tuban, Kelurahan Sugiharjo, seorang pengguna Facebook dengan nama akun Kafabifadlilah mengunggah foto menu yang disebut hanya terdiri atas roti kecil, jambu kristal, serta dua snack kemasan kecil.

Dalam unggahannya, ia mempertanyakan kepantasan menu tersebut bagi siswa.

“MBG seng kerjasama karo MIN Sugiharjo Tuban kiro pantes gak lor jajan ngeniki dikekno bocah (MBG yng bekerjasama dengan MIN Sugiharjo Tuban sepertinya tidak layak, hanya cemilan seperti ini dikasihkan ke anak),” tulisnya.

BACA: Dugaan Keracunan MBG di Mojokerto Meluas, 152 Santri Dua Ponpes Terdampak

Keluhan juga muncul dari SMP Negeri 2 Palang. Menu MBG yang beredar di media sosial disebut hanya berupa singkong rebus.

Mayoritas warganet menilai menu yang dibagikan belum mencerminkan komposisi gizi seimbang sebagaimana harapan masyarakat.

Sorotan ini memunculkan pertanyaan publik mengenai standar menu yang diterapkan dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Tuban.

 

Tanggapan BGN

Menanggapi kritikan dari warganet, Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara.

Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang menegaskan anggaran bahan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah sebesar Rp8.000–Rp10.000 per porsi. Angka tersebut berbeda dari Rp15.000 yang ramai diperbincangkan di media sosial.

BACA: MBG Jadi Sorotan Terkait Kelayakan Menu, BGN Klarifikasi Anggaran Per Porsi

Ia menjelaskan, anggaran Rp13.000 untuk balita hingga siswa kelas 3 SD serta Rp15.000 untuk siswa kelas 4 SD ke atas hingga ibu menyusui tidak sepenuhnya digunakan untuk bahan baku makanan.

"Jadi, kami ingatkan kembali anggaran bahan makanan untuk balita/PAUD/TK/RA serta SD/MI kelas 1–3 itu sebesar Rp8.000 per porsi. Sementara, untuk SD/MI kelas 4 ke atas hingga ibu menyusui, anggaran bahan makanan sebesar Rp10.000 per porsi," ujar Nanik.

Menurut dia, selisih anggaran tersebut dialokasikan untuk kebutuhan operasional dan fasilitas pendukung program.

BGN memastikan kebijakan anggaran tetap mengacu pada petunjuk teknis yang berlaku dan disesuaikan dengan kelompok penerima manfaat.