JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merencanakan memanfaatkan beberapa sungai di Surabaya sebagai obyek wisata air maupun sebagai moda transportasi alternatif.

Upaya ini untuk mengurangi kemacetan di ruas jalan protokol Surabaya. Sejumlah sungai yang akan dikelola pemkot meliputi Kalimas, Wonorejo, Tambak Wedi, Jagir, dan Greges.

Pakar Perkapalan Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) Ketut Aria Pria Utama mengusulkan kapal atau perahu yang berpotensi dioperasikan adalah kapal Katamaran.

“Dalam merencanakan moda transportasi air harus diperhatikan massa rendah dan tinggi air di sungai tersebut,” kata Aria saat dijumpai di Ruang Kerja Gedung Teknik Perkapalan, Minggu 10 Februari 2019.

Beberapa sungai yang ada di Surabaya ini masih relatif tenang. Oleh karena itu, kapal yang sesuai adalah kapal Katamaran yang memiliki dua lambung. Fungsinya agar kapal dapat menampung 30 orang dalam sekali jalan.

BACA JUGA: Pemkot Angkat Kemiskinan Penarik Becak

Aria mengungkapkan, beberapa sungai di Surabaya relatif sempit, kapal yang dibuat harus mengacu sistem satu arah. Sehingga di sungai tersebut muat untuk dua jalur kapal.

“Misalnya seperti sistem jalannya kereta api. Nah, kereta ini kan tidak ada putar balik, tapi sistemnya maju mundur saja,” tambahnya.

Katamaran memiliki kelebihan lain yakni bisa menyesuaikan kapasitas penumpang di setiap massa air. Misalnya air berada dalam titik terendah, kapal memuat 15-20 orang, sedangkan jika air pasang bisa menampung 30 orang.

Menurutnya, kapal yang akan digunakan juga harus menggunakan sistem terbuka. Tujuannya agar pergerakan kapal lebih fleksibel. Untuk mengantisipasi panas maupun hujan, bisa menggunakan penutup sistem bongkar pasang.

“Tujuannya, jika melewati jembatan atau pohon bisa bongkar-pasang penutup kapal,” ungkap Aria.

Antisipasi lainnya adalah jalur yang akan dilewati seperti jembatan. Menurutnya terdapat dua opsi yang bisa dilakukan, antara lain mengubah bentuk jembatan menjadi melengkung. Jika tidak memungkinkan bisa menggunakan sistem oper kapal.

BACA JUGA: Dishub Surabaya Kaji Transportasi Air Di Sungai Surabaya

“Opsi kedua harus disertai dengan jumlah kapal yang akan disediakan dan dermaga untuk sandar kapal,” ungkap Aria.

Sebetulnya satu dari lima sungai patut diwaspadai. Aria menyebut Sungai Jagir yang arusnya cukup deras dan relatif tidak tenang karena lebar. Sungai Jagir berpotensi dijadikan sebagai obyek wisata yang menantang, seperti sport.

Aria juga mengimbau agar pengadaan transportasi air ini dikaji dengan matang, baik dalam aspek minat masyarakat, dan juga konsep yang disuguhkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan pihaknya sedang melakukan kajian terkait lima sungai yang akan dimanfaatkan.

“Kemungkinan bulan Maret keluar hasil kajiannya, itupun jika tidak ada perpanjangan pengkajian,” tambahnya.