Ini Isi Cerita Maria kepada Wali Kota Surabaya

Khoirotul Lathifiyah

Kamis, 25 April 2019 - 18:57

JATIMNET.COM, Surabaya – Meninggalnya petugas KPPS 4 TPS 019 Karanggayam Teratai, Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Tommy Heru Siswantoro (47) mengundang keprihatinan Wali Kota tri Rismaharini.

Wali kota wanita pertama di Surabaya itu tiba di rumah duka, Kamis 25 April 2019 sekitar pukul 15.02 WIB kemudian melintas Gang RW 04. Mengenakan batik dipadu kerudung hitam, langsung disambut istri Tommy, Maria Magdalena Lastri.

Risma, sapaannya, berbicara sambil menenangkan Maria. Keduanya duduk di depan rumah sambil berbicara lirih. Maria yang mengenakan kaus putih duduk di samping kanan Risma, didampingi putranya, Arnoldus Jansen Joemantoro Duta Pratama (16).

BACA JUGA: Anggota KPPS Pacarkeling Surabaya Meninggal Sepekan Pasca Pemilu

“Bagaimana bu ceritanya,” kata Risma membuka obrolan sambil menggenggam tangan kiri Maria. Risma juga memberi motivasi sambil meminta Maria untuk bersabar dan tabah.

Maria, yang matanya masih terlihat sembab, menceritakan kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bahwa suaminya sudah merasakan sakit sehari pasca pencoblosan.

“Habis dari TPS tak kerokin dan minum obat masuk angin, dan Senin (22 April 2019) sore ke dokter, pagi tidur setelah dari TPS,” katanya.

Tri Rismaharini berkunjung ke rumah petugas KPPS Karanggayam Teratai, Tommy Heru Siswantoro. 

Ia menyampaikan perilaku dan kondisi suaminya tidak seperti biasanya, yang tidak mau pergi ke rumah sakit untuk periksa. Karena biasanya kalau sakit ringan atau karena kelelahan, hanya dengan minum obat dan kerokan cepat sembuh.

“Tapi tadi pagi minta sendiri ke rumah sakit, padahal biasanya ga minta ke rumah sakit," kenang Maria.

Ia juga menjelaskan, kondisi lemah yang dialami suaminya disebabkan karena kelelahan dan tekuras tenaganya. Pada 17 April 2019 lalu Maria sempat membelikan makanan buat mendiang.

“Ternyata ga moleh, segone sek ono pas isuk (ternyata ga pulang, nasinya masih ada pada pagi harinya),” katanya.

BACA JUGA: Anggota PPS Probolinggo Meninggal Usai Hitung Suara

Sementara itu Ketua KPPS Gunawan Sedijono menyampaikan terdapat 227 pemilih tetap di TPS 019 dan ini di kali lima pilihan. Pihaknya mengaku bekerja hingga pagi tanpa istirahat lama.

"Ya paling hanya 15 menit untuk makan," katanya.

Kegiatan ini, menurut Gunawan, memang menguras tenaga dan pikiran, karena kurang satu saja harus mengulang. "Karena takut diprotes jadi harus sangat teliti, dan jika ada selisih ya diulang kembali," pungkasnya.

Baca Juga

loading...