Ini Dasar yang Digunakan dalam Bahtsul Masail PWNU Jatim

Baehaqi Almutoif

Senin, 20 Mei 2019 - 19:25

JATIMNET.COM, Surabaya - Bahtsul masail Kebangsaan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur telah memutuskan, segala bentuk kagiatan yang mendelegitimasi KPU hingga provokasi berbentuk people power adalah tidak diperbolehkan.

Katib Syuriah PWNU Jawa Timur KH Syafruddin Syarif mengaku bahtsul masail yang dikeluarkan tersebut tidak asal diputuskan. Melainkan telah dianalisa dan dikaji dengan waktu yang cukup lama. "Insya Allah ini akan bermanfaat bagi rakyat Indonesia," ujar Syafruddin di Kantor PWNU Jawa Timur, Senin 20 Mei 2019.

BACA JUGA: Bahtsul Masail PWNU Jatim Larang Tindakan Mendelegitimasi KPU

Seluruh analisa tentang keputusan mulai narasi melegitimasi KPU, provokasi tindakan inkonstitusional, dan penolakan hasil pemilu dengan pengerahan massa berdalih kedaulatan rakyat telah melewati banyak dasar.

Pertama, Alquran Surat Annisa ayat 59, sebagaimana dimaksud adalah di samping harus taat kepada Allah, juga kepada Rosulnya, juga pada ulil amri.

"Ulil amri adalah pemimpin negara, termasuk di dalamnya ada lembaga-lembaga yang sudah disetujui dan ditunjuk untuk melaksanakan beberapa hal termasuk amanat memilih pemimpin," ungkap Syafruddin.

BACA JUGA: Polda Jatim Amankan Bom Molotov dari Mobil Rombongan Santri

Selain itu, lanjut Syafruddin, yang dipakai dasar adalah Surat Al Buruj ayat 10 dan ayat 9, surat Al Maidah ayat 53, serta beberapa hadis nabi.

"Dalam sebuah hadis, nabi bersabda barang siapa yang tidak senang terhadap pemimpinnya, maka hendaknya dia bersabar. Dan karena barang siapa yang keluar dari presiden yang sah dan sultan yang sah satu jengkal saja, maka dia mati dalam keadaan mitatan jahiliyah, atau mati sebagaimana orang-orang jahiliyah," bebernya.

BACA JUGA: Polda Jatim Gagalkan 1.200 Orang Menuju Jakarta

Satu lagi hadis yang diriwayatkan Alrifai, fitnah itu adalah tidur. Dan Allah melaknat orang yang membangkitkan fitnah. Dan apabila fitnah sudah bangkit, maka terjadi peperangan darah mengalir. Ini merugikan semua manusia. Makanya Allah melaknat orang yang membangkitkan dan membangunkan fitnah itu.

"Dan banyak lagi hadis dan beberapa kitab kuning. Seperti dari kitab al tasrif al janiyah," katanya.

Baca Juga

loading...