Hari Ini, Kirun Pentaskan Ludruk Milenial di Cak Durasim

Baehaqi Almutoif

Jumat, 29 Maret 2019 - 06:53

JATIMNET.COM, Surabaya – Apa kabar Cak Kirun? Lama tak terdengar kabar, seniman ludruk bernama lengkap H.M.Syakirun itu akan mementaskan ludruk kolaborasi berjudul Matahati di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya pada Jumat 29 Maret 2019 malam.

Pentas ludruk yang diproduksi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim itu dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.30 WIB. Kepala Bidang Kebudayaan Dispudpar Jatim Handoyo mengklaim ludruk kolaborasi ini berbeda dengan konsep ludruk pada 10-15 tahun lalu. “Ada ludruk dengan konsep pembaharuan dari sini," katanya, Kamis 28 Maret 2019.

Matahati berkisah tentang tragedi keluarga yang mengenaskan. Naskahnya diadaptasi dari King Lear karya William Shakespeare. Sandiwara itu didasarkan pada legenda Raja Lear dari Britania dan dianggap sebagai naskah drama tragedi terbaik yang pernah dibuat Shakespeare.

Matahati mengangkat kisah seorang ayah yang membagi kekuasaannya atas nama cinta. Tapi sang anak malah menipu ayahnya dan berdampak pada putus hubungan keluarga. Drama ini juga diwarnai pengkhianatan antar saudara, dendam, iri, hingga kematian hati.

BACA JUGA: Seniman Jepang Kolaborasikan Kesenian Ponorogo dengan Musik dari Persia

Handoyo mengatakan tak hanya ide cerita yang berbeda, iringan musik dan kostum pemain pun dibuat lebih bergaya kekinian. Ia meyakini dengan cara itu ludruk ini mampu menarik perhatian generasi milenial. “Kalau dulu ide cerita dari legenda, cerita rakyat, sekarang sudah berani ambil cerita dari William Shakaspeare,” katanya.

Dramaturgi Matahati disusun Kirun dengan asisten sutradara Hengki Kusuma. Sementara Kukuh Setyo Budi menjadi komposer, skenografinya dihandel Heri Lentho. Didukung Sanggar Gitomaron Surabaya dan Karawitan RRI Surabaya, koreografi ludruk diserahkan pada Dimas Pramuka Atmaji.

Para pemain ludruk ini akan diisi Kirun, Agus Kuprit, Cak Tawar, Deny Tri Aryanti, Ayoe Astuti, Anisatul, Totok, Amar Alfin Gepeng, dan Didi Jogoyhudo. Selain itu, ludruk ini juga dimeriahkan penampilan tari remo yang dimainkan Heru Pamungkas.

BACA JUGA: Lukisan Wayang Seniman Ponorogo Ini Laku Seratus Juta Rupiah

WORO-WORO. Poster pementasan ludruk kolaborasi Matahati yang akan digelar di Gedung Cak Durasim Surabaya, Jumat 29 Maret 2019 malam. IST.

WORO-WORO. Poster pementasan ludruk kolaborasi Matahati yang akan digelar di Gedung Cak Durasim Surabaya, Jumat 29 Maret 2019 malam. IST.

Handoyo mengatakan Pemerintah Provinsi Jatim akan mendorong ludruk menjadi perhatian masyarakat lagi. Kesenian khas Jatim ini perlu mendapat sentuhan inovasi, termasuk penggunaan teknologi pementasan.

Dengan cara itu, ia melanjutkan, ludruk menjadi lestari dan para senimannya bisa lebih sejahtera. "Mulai besok (Jumat hari ini) dan seterusnya Gedung Kesenian Cak Durasim akan menjadi laboratorium ludruk,” katanya.

Baca Juga

loading...