Gubernur Jatim Lantik Bupati Trenggalek Tanpa Wakil

Baehaqi Almutoif

Selasa, 28 Mei 2019 - 16:12

JATIMNET.COM, Surabaya - Mochammad Nur Arifin resmi menjabat sebagai Bupati Trenggalek, menggantikan Emil Elestianto Dardak. Namun dalam pelantikan di Gedung Negara Grahadi, Selasa 28 Mei 2019, Arifin terlihat seorang diri tanpa wakil.

Terkait kekosongan posisi Wakil Bupati Trenggalek itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan mekanisme pengangkatan posisi wakil sesuai Pasal 176 Ayat 4 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016.

Di dalam undang-undang itu disebutkan, pengisian kekosongan jabatan wakil gubernur, wakil bupati, dan wakil walikota dilakukan jika sisa masa jabatannya lebih dari 18 bulan, terhitung sejak kosongnya jabatan tersebut.

BACA JUGA: Cegah Korupsi, Pemkab Trenggalek Larang ASN Terima Parsel

"Masa jabatan saudara Bupati Trenggalek ini berakhir 17 Februari 2021. Maka terhitung sejak sekarang masih cukup (mengangkat wakil)," ujar Khofifah usai melantik.

Gubernur kelahiran Surabaya itu berharap pengisian kekosongan wakil sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku. Dalam Pasal 176 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 mekanisme pengangkatan wakil tersebut telah diatur secara rinci melalui DPRD kabupaten/kota.

Sementara itu, Arifin mengaku enggan memikirkan siapa yang bakal mendampinginya. Dia memilih fokus memimpin Trenggalek. "Saya enggak bisa mengangkat wakil, ada meaknisme sesuai aturan undang-undang, yakni di DPR RI," kata Arifin.

BACA JUGA: Forum Musrena Dorong Perempuan Trenggalek Berani Bicara

Dikonfirmasi nama-nama yang muncul, Arifin menyebut belum ada pembicaraan yang mengarah kepada sosok Wakil Bupati Trenggalek. Baik itu dari partai pengusung maupun di kalangan legislatif. Kasak kusuk calon pendampingnya belum muncul.

"Dari partai, belum kepikiran mungkin masalah wakil. Karena kemarin masih pada fokus di pemilu," tuturnya.

Kendati demikian, Arifin yakin proses penjaringan penggantinya di posisi wakil bupati segera dibahas oleh DPRD Trenggalek.

Baca Juga

loading...