JATIMNET.COM, Surabaya - Novita Hardiny mengajak perempuanĀ  Indonesia agar mampu bersaing dan berdaya di industri teknologi. Upaya tersebut dibarengi dengan menggagas forum Musyawarah Perempuan Nasional (Musrena) di Trenggalek.

"Saya sudah menggagas forum ini sejak 2017 lalu, dan mulai aktif dan disambut baik oleh masyarakat tahun 2018," kata Novita saat diwawancarai Jatimnet.com, Kamis 7 Maret 2019.

Forum Musrena adalah wadah untuk masyarakat khususnya perempuan yang memberikan kesempatan berbicara, berpendapat, berinovasi, pembahasan anak-anak juga disabilitas, dan bagi mereka yang kekurangan gizi.

Istri Wakil Bupati Trenggalek ini mengungkapkan sejak adanya forum tersebut kurang lebih 80 persen perempuan di Trenggalek berani berpendapat dan mulai membuka usaha untuk membantu perekonomian rumah tangga.

BACA JUGA: Emil Tuntaskan Tanggungan di Trenggalek Sebelum Dilantik Jadi Wagub

Agar forum Musrena dapat bersinergis dengan masyarakat maupun dinas sosial, pihaknya mengadakan pertemuan dalam enam bulan.

"Pertemuan ini bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat dan memberikan kesempatan untuk menyampaikan inovasinya," katanya.

Menurutnya berjalannya Musrena selama kurang lebih satu tahun turut mendorong warga untuk berani mengambil langkah maju dan kreatif, serta berpendapat demi keadilan.

Novita menjelaskan dengan adanya forum ini, Trenggalek akan dikunjungi oleh United Nations Children's Fund (Unicef) untuk melihat secara langsung kegiatan yang dijalankan selama satu tahun.

BACA JUGA: Kunjungi Trenggalek, Menteri Susi Sentil Nelayan Prigi

"Ini merupakan penghargaan yang berharga bagi kami. Karena kami menyediakan wadah yang lengkap untuk perempuan dan juga anak," kata Novita.

Menurutnya perempuan di Indonesia sudah mempunyai kebebasan yang cukup tinggi dalamĀ  pendidikan dan ranah publik seperti politisi.

Meskipun begitu, Novita mengingatkan agar setiap perempuan menuliskan tujuan atau goals untuk memantik semangat dalam menjalankan kehidupannya.

Karena jika perempuan mengetahui tujuannya maka dirinya akan bisa berperan sesuai dengan kodratnya.

BACA JUGA: Emil Dardak Promosikan Potensi Alam Trenggalek ke Perusahaan Jepang

Apalagi saat ini banyak tantangan yang harus dihadapi oleh perempuan di indonesia, khususnya di era industri teknologi.

"Saya lihat hampir setiap hari masyarakat mengakses instagram, facebook, whatsapp, twitter dan media sosial lainnya. Sayangnya terkadang pola hidup dalam sosial media dijadikan tolak ukur pola hidupnya," katanya.

Hal tersebut jika diikuti akan menjadi racun dan boomerang untuk mereka sendiri. Dapat menimbulkan rasa tidak percaya diri dan mudah di bohongi.

Dalam memotivasi warga Trenggalek, Novita berupaya untuk mengangkat kekayaan lokal yakni Ubi.

BACA JUGA: Wabup Trenggalek Menghilang Sepuluh Hari, ke Mana?

Ia sendiri juga mengolah ubi menjadi kue yang dipasarkan di Surabaya dengan branding Surabaya Maula. Kini usahanya dengan bahan dasar ubi dari petani Trenggalek telah memberdayakan 15 karyawan.