Gubernur BI Proyeksikan Rupiah Rp13.900-Rp14.300 per Dolar pada 2020

Rochman Arief

Rabu, 12 Juni 2019 - 05:47

JATIMNET.COM, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan kurs rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 13.900 hingga Rp 14.300 per dolar Amerika Serikat pada 2020.

Prediksi tersebut akan diiringi dengan semakin beragamnya instrumen di pasar keuangan yang dapat menjaga pasokan valuta asing (valas) untuk memenuhi lonjakan permintaan valas di pasar.

“Kami melihat pergerakan kurs akan semakin terjaga karena pendalaman pasar keuangan dan juga efisiensi di pasar valas,” kata Perry dalam Rapat Kerja Badan Anggaran DPR di Jakarta, Selasa 11 Juni 2019.

BACA JUGA: BI: Modal Asing yang Masuk Mencapai Rp 112,98 Triliun

Proyeksi nilai tukar mata uang Garuda pada 2020 lebih baik ketimbang perkiraan Bank Sentral untuk kurs rupiah pada 2019 yang dijangkar di rentang Rp 14.000-Rp 14.400 per dolar AS.

Terkait aliran masuk modal asing, Perry menyebutkan bahwa pada 2020 aliran investasi portofolio itu akan lebih deras dan menopang surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI).

NPI pada 2020, lanjut Perry, juga akan lebih baik karena keyakinan dia bahwa defisit transaksi berjalan akan menurun dibanding 2019. Pada tahun ini, Bank Sentral membidik defisit transaksi berjalan berada di 2,5-3 persen Produk Domestik Bruto (PDB).

BACA JUGA: BI Minta Perbankan Pakai Uang Layak Edar di ATM

“Untuk defisit transaksi berjalan (curent account deficit/CAD) akan membaik. Kami perkirakan di kisaran 2,5-3 persen PDB,” ujar dia.

Meski demikian, Bank Sentral masih mewaspadai tekanan akibat dinamika perekonomian global, seperti normalisasi kebijakan moneter Bank Sentral AS The Fed, perkembangan perang dagang antara AS dan Cina dan juga beberapa kondisi geopolitik global.

Dengan perkiraan kurs Rp 13.900-Rp 14.300 pada 2020, Bank Sentral menjangkar pertumbuhan ekonomi 2020 di 5,1-5,5 persen. Sementara pada 2019, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan di bawah titik tengah 5,0-5,4 persen.

Untuk inflasi pada 2020, BI menetapkan sasaran inflasi pada 2-4 persen secara tahunan. (ant)

Baca Juga

loading...