BI: Modal Asing yang Masuk Mencapai Rp 112,98 Triliun

Hari Istiawan

Jumat, 31 Mei 2019 - 16:57

JATIMNET.COM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran masuk modal asing ke Indonesia (capital inflow) sejak awal tahun hingga Jumat 31 Mei 2019 sudah mencapai Rp 112,98 triliun.

Aliran masuk modal asing itu juga menjadi salah satu penopang pemenuhan permintaan valuta asing di pasar domestik sehingga turut menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo merinci, modal asing yang masuk ke obligasi pemerintah atau surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 56,01 triliun, dan sisanya sebesar Rp 57,48 triliun masuk ke instrumen saham.

BACA JUGA: Pemerintah Terbitkan SUN Samurai Bonds Sebesar Rp23,3 Triliun

"Ini mencerminkan investor asing keyakinannya tetap tinggi, karena itu juga turut menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," kata Perry.

Secara keseluruhan, menurut Perry, indikator di pasar keuangan domestik masih terjaga. Aliran modal asing yang masuk itu juga tidak lepas dari imbal hasil (yield) instrumen keuangan domestik yang kompetitif dibandingkan negara sepadan (peers).

Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun tercatat di 8,01 persen. Parameter itu ditambah pergerakan inflasi yang tergolong rendah di kisaran 3,1 persen (yoy) hingga Mei 2019.

BACA JUGA: BI Tetapkan Ketentuan Modal untuk Pasar Uang dan Valas

Laju inflasi tersebut dinilai dapat menambah kepercayaan investor karena harga barang yang terjaga di tengah momentum konsumsi tinggi selama Ramadan dan menjelang Lebaran.

Hingga akhir Mei 2019, Perry menyebutkan, kondisi nilai tukar rupiah masih terkendali. Pada penutupan Rabu 29 Mei 2019, rupiah diperdagangkan di Rp 14.395 per dolar AS.

"Kami akan terus berada di pasar dan akan melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai fundamental, apabila diperlukan baik melalui intervensi di valas maupun pembelian SBN di pasar sekunder," kata Perry.(ant)

Baca Juga

loading...