BI Minta Perbankan Pakai Uang Layak Edar di ATM

Dyah Ayu Pitaloka

Sabtu, 1 Juni 2019 - 11:18

JATIMNET.COM, Surabaya – Bank Indonesia mengimbau pada perbankan, agar menyiapkan uang layak edar dan dengan jumlah cukup, pada Anjungan Tunai Mandiri (ATM), selama libur Idul Fitri 1440 Hijriah. Imbauan itu disampaikan oleh Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku, Sabtu 1 Juni 2019.

"Bank-bank harus memastikan uang layak edar. Jangan sampai ada masyarakat yang mengeluh di ATM terdapat uang yang tidak layak edar," kata Kepala Tim Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Teguh Triyono di Ambon.

Ia menyatakan selama liburan, ATM harus dipastikan berfungsi dengan baik dan uangnya cukup. 

"Secara teori uang-uang yang dimasukkan ke dalam ATM adalah uang-uang sudah layak edar," katanya.

BACA JUGA: Dua Pembobol ATM di Probolinggo Diringkus Polisi

Sejalan dengan peningkatan jumlah uang beredar, kata dia, maka potensi peredaran uang palsu juga meningkat.

Selama Ramadan ini, diakuinya, pengaduan maupun laporan masyarakat langsung ke BI maupun perbankan mengenai uang palsu relatif minim.

BI bekerja sama dengan perbankan telah melakukan sosialiasi mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan slogan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) agar masyarakat terhindar dari uang palsu.

Selain itu BI dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), kata Teguh, juga mengimbau kepada masyarakat agar berbelanja dengan bijak dalam memenuhi kebutuhan hari raya, guna membantu pemerintah mengendalikan inflasi akibat permintaan yang melonjak.

BACA JUGA: Mesin ATM Terbakar, Uang Ikut Hangus

Selama ini, lanjut dia, distributor yang dianggap sering melakukan penimbunan, namun masyarakat bisa melakukan penimbunan barang dengan cara membeli secara berlebihan.

"Kami minta jangan belanja berlebihan, sebab membuat sirkulasi maupun distribusi barang menjadi tidak sehat dan bisa meningkatkan potensi aksi ambil untung oleh pedagang ataupun pengumpul," ujar Teguh

"Pedagang akan menaikkan harga bila masyarakat berbelanja secara berlebihan sementara stok tetap, dan itu mengakibatkan terjadinya inflasi," katanya. (ant)

Baca Juga

loading...