Selasa, 20 January 2026 06:13 UTC

Polisi mendatangi lokasi dimana terduga pelaku curanmor meregang nyawa akibat dihakimi massa, di Jalan RA. Kartini, Gresik. Foto: Media sosial Facebook
JATIMNET.COM, Gresik – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di sebuah rumah kos di Jalan Raya RA Kartini, Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, berakhir tragis. Satu dari dua terduga pelaku dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi sasaran amuk massa.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa dini hari, 20 Januari 2026 sekitar pukul 03.30 WIB. Sebelumnya, kedua terduga pelaku sempat terlibat aksi kejar-kejaran dengan warga setelah aksinya diketahui.
Kejadian bermula ketika seorang saksi berinisial GT mencurigai gerak-gerik dua pria yang masuk ke sebuah gang buntu di area kos-kosan. Kecurigaan muncul karena lokasi tersebut jarang dilalui orang pada jam dini hari.
Saat dibuntuti, kedua pria itu kedapatan tengah mendorong sepeda motor Yamaha bernomor polisi S 5671 ACA. Ketika ditegur, keduanya justru menunjukkan sikap mencurigakan dan berusaha menghindar.
BACA: Aksi Pencurian Tabung LPG 3 Kg Terekam CCTV, Warga Perumahan di Probolinggo Resah
Saksi sempat memperingatkan, namun salah satu pelaku justru terlihat hendak mengambil sesuatu dari dalam tasnya, sementara pelaku lainnya mencoba melarikan diri. Merasa terancam, saksi kemudian berteriak “maling” hingga memicu kepanikan warga sekitar.
Teriakan tersebut mengundang perhatian warga yang kemudian ikut mengejar pelaku hingga ke Jalan Raya RA Kartini. Kedua terduga pelaku akhirnya tertangkap dan menjadi sasaran amukan massa hingga mengalami luka parah.
Pihak kepolisian yang menerima laporan melalui layanan Lapor Pak Kapolres Cak Rama segera mendatangi lokasi kejadian. Dalam waktu kurang dari lima menit, petugas tiba untuk mengendalikan situasi.
Namun, saat polisi tiba, kondisi kedua pelaku sudah terkapar dalam keadaan kritis. Berdasarkan data kepolisian, salah satu terduga pelaku bernama Herman, warga Probolinggo, dinyatakan meninggal dunia.
BACA: Dilaporkan Mantan Istri ke Kepolisian, Ini Tanggapan Wie Wie Tjia
Sementara itu, terduga pelaku lainnya, Santoso, warga Lamongan, mengalami luka berat dan kini masih menjalani perawatan intensif. Keduanya dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk mendapatkan penanganan medis serta keperluan visum.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Polisi juga menunggu kondisi pelaku yang selamat membaik sebelum dilakukan pemeriksaan mendalam.
Peristiwa ini dibenarkan Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution. Ia menegaskan agar masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dalam menghadapi tindak kriminal.
"Jika menemukan tindakan yang mengganggu Kamtibmas, segera laporkan ke Hotline Lapor Kapolres Cak Rama atau layanan 110," pungkasnya.
