Gabungan Ormas Sebut Kerusuhan Jakarta Berpotensi Memecah Belah Bangsa

Khoirotul Lathifiyah

Kamis, 23 Mei 2019 - 09:25

JATIMNET.COM, Surabaya - Gabungan Organisasi Masyarakat di Surabaya menyebutkan kerusuhan yang terjadi di Jakarta pada Selasa dan Rabu, 21-22 Mei 2019 merupakan ancaman nyata yang berpotensi memecah belah bangsa. Aparat keamanan diminta bertindak tegas dengan menangkap biang onar yang memicu kerusuhan aksi 22 Mei itu.

Koordinator Gerakan Koalisi Penegak Konstitusi dan NKRI Benydiktus Kanggur mengatakan ada narasi post truth dalam aksi Rabu 22 Mei 2019 di Jakarta. Narasi yang dimaksud berupa klaim kebenaran berdasarkan emosi dan keyakinan subjektif dengan menyerang lembaga resmi.

"Seperti adanya tudingan kecurangan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) selama pesta demokrasi lalu," kata Dendi, sapaan Benydiktus Kanggur usai jumpa pers di Prapen Kopi Surabaya, Rabu 22 Mei 2019.

BACA JUGA: Rusuh 22 Mei, Anies Sebut Enam Orang Tewas

Aksi people power ini merupakan dampak dari kejahatan yang terstruktur dan mampu mengalahkan suatu kebenaran. Dendi mengungkapkan terjadinya kerusuhan di Jakarta merupakan ancaman nyata dalam memecah belah bangsa.

Oleh karena itu, kedua kubu calon presiden pemilu 2019 (Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandi) ini harus melakukan islah nasional. "Upaya ini untuk menciptakan stabilitas dan persatuan bangsa," katanya.

Ia juga menjelaskan pihaknya akan melakukan aksi turun ke jalan dengan tujuan menolak provokasi people power. Hal ini sebagai ajakan kepada masyarakat agar tidak mengikuti arus pergerakan delegimitasi negara.

Ia berharap, aparat keamanan negara menangkap biang onar penggagas makar. Menurutnya, gerakan people power saat ini dinilai melawan demokrasi dan bertentangan dengan konstitusi. Gerakan ini juga diboncengi kelompok yang berupaya mengganti ideologi negara Pancasila.

"Kami meminta kepada para elit politik, terutama paslon 02 untuk menghentikan aksinya. Jika terdapat suatu masalah bisa mengajukan gugatan ke ranah hukum resmi," katanya.

BACA JUGA: Polri Selidiki Korban Tewas Akibat Kerusuhan Aksi 22 Mei

Sementara perwakilan Perhimpunan Pemuda Hindu Putu Agung Martin Sabudi berharap agar seluruh masyarakat lintas iman tidak mudah terprovokasi dengan ujaran kebencian pasca pemilu ini.

"Kami juga mengimbau kawan-kawan agar tidak mengeluarkan pernyataan yang memancing kerusuhan, hoaks, dan menyebar berita yang liar, dan berbau SARA" kata dia.

Menurutnya, masyarakat harus aktif mencari dan menelusuri informasi yang benar agar semua elemen bangsa tidak terprovokasi, Namun justru terus menjujung keberagaman, dan mengembalikan lagi semboyan bangsa yakni Bhineka Tunggal Ika.

Baca Juga

loading...