JATIMNET.COM, Surabaya - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak tak mempersoalkan ada dua tempat pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Jawa Timur.

Dua tempat pengolahan limbah B3 tersebut rencananya di bangun oleh swasta di Lamongan, dan di Mojokerto yang dibangun Pemprov Jawa Timur.

"Saya kira tidak ada alasan hanya boleh satu. Siapapun yang memenuhi persyaratan bisa. Selain di Lamongan sebelum era kami sudah menyiapkan lahan melalui proses panjang. Dua-duanya harus jalan," ujar Emil usai di Gedung Negara Grahadi, Senin 1 April 2019.

BACA JUGA: Pemprov Tegaskan Belum Ada Investasi Asing Soal Limbah B3

Tempat pengolahan limbah B3 di Mojokerto rencananya dikelola BUMD milik pemprov. Saat ini prosesnya sedang mencari teknologi yang tepat dan membuka peluang kemitraan dengan berbagai pihak.

Diakui mantan Bupati Trenggalek itu, pembangunan pusat pengolahan limbah B3 di Mojokerto bisa dilakukan dengan skema Public Private Partnership (PPP) atau Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

"Karena di menu Perpres 38 tahun 2015, pengolahan limbah itu salah satu item infrastruktur. Bisa dengan KPBU. Tentu ini salah satu model yang governance-nya paling baik untuk menentukan investor yang akan masuk," jelasnya.

BACA JUGA: Pengelolaan Limbah B3 di Jatim Sudah Mendesak

Namun demikian, skema kerjasama dengan pihak lain kemungkinan dilakukan dengan business to bussiness. BUMD yang ditunjuk melakukan pembangunan yakni PT Jatim Grha Utama (JGU) bisa secara langsung bekerja sama dengan investor.

"Kalau PPP, maka perusahaan swasta itu nanti tanda tangannya langsung dengan pemprov. Dia (perusahaan swasta) akan ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK)," tuturnya.

Sementara pengolahan limbah B3 di Lamongan, lanjut Emil, ada pihak swasta yang ingin membangun. PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI)-Dowa Eco System. Untuk izin prinsip dan tata ruang sudah ada. Tinggal menunggu Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI)-Dowa Eco System adalah perusahaan pengelola fasilitas pengolahan limbah B3 terbesar di Indonesia, di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Perusahaan ini berniat membangun fasilitas baru di Kecamatan Brondong, Lamongan.