Dukung Program Kasad, PT Petrokimia Gresik Tanam Padi di Lahan ‘Tidur’ Ngawi

Nugroho

Reporter

Nugroho

Kamis, 25 Agustus 2022 - 05:00

Editor

Nugroho
dukung-program-kasad-pt-petrokimia-gresik-tanam-padi-di-lahan-tidur-ngawi

TANAM PADI. VP Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik, Rama Yusron (ke-2 dari kiri) saat melakukan tanam padi bersama dengan Danrem 081 dan Forkopimda Ngawi di Ngawi . Foto. Petrokimia Gresik

PT Petrokimia Gresik mendukung program Kapala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Dr.Dudung Abdurachman dalam memanfaatkan lahan tidur di tanah air menjaga lahan produktif atau atau pertanian.

Salah satu langkah yang dijalanan dengan penanaman padi di Desa Bangunrejo, Kecamatan Kedunggalar,Kabupaten Ngawi di wilayah Koramil 0805/Kedunggalar, Kamis, 25 Agustus 2022.

Vice President (VP) Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik Rama Yusron Harbiansyah menyatakan bahwa pihaknya sebagai anggota holding Pupuk Indonesia siap mendukung program Kasad tersebut. “Salah satu ancaman krisis pangan yang kita hadapi saat ini terus berkurangnya lahan pertanian.

Pemanfaatan lahan tidur ini merupakan satu strategi yang bisa kita optimalkan bersama untuk menjaga ketahanan pangan nasional,” ujar Rama mewakili Direksi Petrokomia Gresik.

Program dari Kasad itu selaras dengan kondisi di lapangan. Saat ini, luas lahan pertanian di Ngawi tercatat terus berkurang dari waktu ke waktu. Hal ini sebagai dampak alih fungsi lahan yang digunakan untuk pembangunan perumahan dan infrastruktur.

BACA JUGA : Petrokimia Gresik Salurkan 600 Paket Sembako bagi Korban Erupsi Semeru

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Ngawi, lahan pertanian produktif di kabupaten setempat susut 153 Hektare pada tahun 2021. Adapun sebelumnya 50.868 Hektare menjadi 50.715 Hektare.

Padahal BPS menyebut Kabupaten Ngawi merupakan penghasil padi terbesar diantara 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Di mana total produksi tahun 2021 mencapai 818,62 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG).

“Ngawi sebagai lumbung padi di Jawa Timur harus terus dijaga, bahkan harus ditingkatkan produktivitasnya dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional,” ujar Rama.

Melalui kolaborasi ini, Petrokimia Gresik berkontribusi memberikan bantuan pupuk dengan total 2,3 ton untuk lahan seluas 4 Hektare. Rinciannya pupuk Urea sebanyak 300 kg, Petro ZA Plus 800 kg dan NPK Phonska Plus 1.200 kg.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga menyediakan layanan mobil uji tanah gratis yang bisa dimanfaatkan petani setempat untuk mengecek kandungan hara di lahan tersebut, sehingga komposisi pemupukan yang digunakan presisi untuk hasil yang optimal.

“Kami berharap program ini dapat terus berlanjut, dan Petrokimia Gresik siap mendukung dengan produk-produk inovatifnya,” ujar Rama.

Selain di Ngawi, dukungan Petrokimia Gresik terhadap program pemanfaatan lahan tidur oleh TNI AD sebelumnya juga dilakukan di lahan seluas 1 Hektare di Desa Mentaras, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Kemudian,  dimanfaatkan untuk budidaya komoditas jagung.

“Program ini selaras dengan program peningkatan produktivitas pertanian yang dijalankan Petrokimia Gresik, seperti Makmur, demonstration plot dan program lainnya yang pada intinya bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani,” jelas Rama.

Danrem 081/Dsj, Kolonel Inf. Deni Rejeki mengapresiasi dukungan Petrokimia Gresik terhadap program ini. Ia berharap melalui bantuan pupuk berkualitas dari Petrokimia Gresik, produktivitas padi menjadi tinggi.

“Kerja sama ini akan menjadi solusi pemerintah dalam mengatasi problem krisis pangan baik yang dihadapi nasional maupun global. Selain itu juga menjadi solusi kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Program ini tidak hanya untuk tanaman padi, tapi juga jagung dan kedelai,” tandasnya.

BACA JUGA : Hindari Gagal Panen Petani Ngawi Pilih Tanam Palawija dan Tembakau

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono. Menurutnya untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Ngawi dibutuhkan dukungan dari semua elemen, termasuk Petrokimia Gresik dan TNI AD.

“Semoga melalui komitmen bersama ini, kita bisa memastikan Ngawi sebagai lumbung padi nasional dan nomor satu di Jawa Timur,” ujar bupati.

Baca Juga