Logo

Jasad Seorang Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Probolinggo

Jasad Seorang Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Probolinggo
Reporter:,Editor:

Minggu, 05 July 2026 02:00 UTC

Jasad Seorang Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Probolinggo

Tim Inafis Polres Probolinggo saat melakukan penyelidikan di lokasi ditemukannya jenazah seorang pria di lahan kosong dengan Pantai Permata, Sabtu sore, 4 Juli 2026. Foto: Zulalif.

JATIMNET.COM, Probolinggo – Seorang pria asal Kabupaten Pasuruan ditemukan tewas bersimbah darah di lahan kosong dekat Pantai Permata, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Sabtu, 4 Juli 2026.

Penyebab kematian korban diduga karena dibunuh. Hingga kini, polisi masih menyelidiki motif di balik kematian tersebut, termasuk kemungkinan adanya tindak pencurian karena sepeda motor dan barang berharga milik korban dilaporkan hilang.

Korban diketahui bernama Samsul Arifin, 35 tahun, warga Desa Rebalas, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Jasadnya pertama kali ditemukan oleh Samuji, 60 tahun, warga Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, saat mencari burung di sekitar lokasi kejadian.

"Dari kejauhan terlihat ada orang tergeletak. Setelah saya dekati, ternyata sudah meninggal dan wajahnya penuh darah. Saya langsung memanggil warga lalu melapor ke polisi," ujarnya.

Menerima laporan tersebut, petugas Inafis Satreskrim Polres Probolinggo Kota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Saat ditemukan, korban mengenakan kaus lengan panjang berwarna merah dan sarung batik cokelat bercorak hitam. Di sekitar lokasi, petugas juga menemukan sepasang sandal yang diduga milik korban.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami luka menganga pada bagian wajah, leher, dan belakang kepala yang diduga akibat sabetan senjata tajam.

Jenazah kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Identitas korban dipastikan setelah pihak keluarga datang ke rumah sakit.

Kakak korban, Abdul Rohim, mengungkapkan bahwa Samsul berpamitan meninggalkan rumah pada Jumat sore, 3 Juli 2026. Tujuannya, menemui seorang temannya di Kota Probolinggo.

Namun, keesokan harinya keluarga justru menerima kabar bahwa korban ditemukan meninggal dunia.

"Sekarang motornya juga hilang, begitu juga tas yang berisi handphone dan dompet. Kami belum bisa memastikan penyebabnya, tapi berharap polisi segera mengungkap pelakunya," katanya.

Hilangnya sepeda motor serta barang-barang berharga milik korban kini menjadi salah satu fokus penyelidikan penyidik.

Meski demikian, polisi belum dapat menyimpulkan apakah kasus tersebut merupakan aksi pembegalan yang berujung pembunuhan atau terdapat motif lain.

Hingga saat ini, Satreskrim Polres Probolinggo Kota masih memburu pelaku serta mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap penyebab pasti kematian Samsul Arifin.