JATIMNET.COM, Surabaya - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengungkap terlibatnya dua finalis putri Indonesia dalam kasus prostitusi daring yang tengah disidik. Dua finalis ini termasuk enam artis yang akan dipanggil minggu depan ke Mapolda Jatim.

Saat disinggung identitas inisial dua finalis Puteri Indonesia tersebut, Luki enggan menjabarkannya. "Keduanya merupakan finalis Puteri Indonesia tahun 2016 dan 2017," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Jumat 11 Januari 2019.

Luki merinci, enam artis yang akan dipanggil terdiri dua finalis putri Indonesia, dua Artis Sinetron dan dua artis FTV. Keenam artis terduga kuat terlibat praktik pelacuran berdasarkan bukti-bukti yang ada saat pemeriksaan Tentri Novantah (28) dan Endang Sutantri (37) warga Jakarta Selatan.

BACA JUGA: Polda Jatim Buru Dua DPO Muncikari Artis

Luki menyatakan, mereka akan diperiksa sebagai saksi pekan depan. Jika tidak datang akan kita panggil lagi minggu berikutnya sampai dua kali setelah itu ada upaya paksa membawa mereka. “Ini untuk memperjelas jaringan dari pelacuran daring ini," ujar Luki.

Dari data yang didapatkan Jatimnet.com, inisial enam artis yang akan dipanggil penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim adalah ML, BS, FG, RF, AC dan TP. Mereka diduga kuat terlibat kasus prostitusi daring yang dijalankan Tentri Novantah (28) dan Endang Sutantri (37).

Polisi terus mengembangkan kasus prostitusi online yang melibatkan 46 artis dan 100 model. Mereka merupakan binaan dua muncikari TN dan ES yang telah berstatus tersangka.

BACA JUGA: Artis 19 Tahun Masuk Jaringan Prostitusi Daring

Dari perkembangan penyidikan, polisi telah memeriksa rekening koran dari salah satu muncikari ES. Hasilnya, transaksi yang mereka lakukan sejak periode 1 Januari 2018 hingga 5 Januari 2019 mencapai Rp2,8 miliar.

Dalam perkara ini, polisi telah menetapkan dua tersangka. Keduanya merupakan muncikari kelas kakap yang dalam pengembangan kasusnya terungkap ada 100 model dan 47 artis yang ditawarkannya. Mereka adalah Endang S (37) dan Tentri N (28), warga Jakarta Selatan.

Kedua muncikari itu beroperasi lintas wilayah di beberapa tempat yang telah ditentukan. Tidak hanya pelanggan Jakarta maupun Surabaya, namun dari daerah-daerah lain yang ada di Indonesia.