Dosen UB Ciptakan Minuman Fermentasi untuk Detoks Penyakit Degeneratif

Rochman Arief

Jumat, 1 Februari 2019 - 06:59

JATIMNET.COM Malang – Dosen Universitas Brawijaya Malang Prof Dr Elok Zubaidah menemukan inovasi fermentasi tiga jenis buah, apel, salak dan jambu. Kombinasi ini kemudian diberi nama Kombucha sebagai pendetoks berbagai penyakit.

“Kombucha adalah sejenis minuman fermentasi yang berbahan baku buah-buahan, yang terdiri atas apel, salak dan jambu. Minuman fermentasi ini mampu mendetoksifikasi penyakit degeneratif, seperti diabetes, stroke, artritis dan kanker,” kata Elok, Kamis 31 Januari 2019.

Penelitian ini terinspirasi dari kebiasaan masyarakat Korea yang kerap mengonsumsi Kombucha dan Kimchi. Kedua makanan itu telah menjadi konsumsi sehari-hari warga Korea. Selanjutnya dia melakukan penelitian terhadap ketiga buah tersebut untuk menjadi minuman fermentasi.

Ia mengemukakan dari hasil penelitiannya, makanan maupun minuman hasil fermentasi mengandung senyawa bioaktif yang dihasilkan oleh mikroba selama proses fermentasi. Senyawa bioaktif tersebut berfungsi sebagai penawar racun pada penyakit.

BACA JUGA: Ternyata Manfaat Cabai Untuk Kesehatan Banyak Lho

Lebih lanjut, Elok mengatakan tak hanya Korea saja yang mengonsumsi minuman fermentasi ini. Di wilayah Kargasok, Cina warganya juga tidak sedikit yang mengonsumsi makanan dan minuman fermentasi. Bahkan dari hasil pengamatannya di Kargasok, angka harapan hidup orang tua di wilayah itu mencapai 100 tahun.

“Ternyata setelah dicek, kuncinya adalah mereka setiap hari minum kombucha dan itu sudah dilakukan sejak dua ribu tahun lalu,” ucapnya.

Untuk membuktikan teori tersebut, yakni ilmu mikrobiologi dan fermentasi pangan, Elok meneliti proses fermentasi kambucha. Awal percobaan dilakukan kepada tikus yang sebelumnya telah disuntik diabetes.

Usai 28 hari dengan kadar diabetes yang diberikan kepada tikus sebanyak 400 milimoles. Percobaan dengan mengonsumsi fermentasi kombucha berbahan salak, kadar gula pada tikus turun empat kali lipat, bahkan turun sampai normal di angka 100.

BACA JUGA: 'Nyruput' Kopi Panas Dan Dingin Efeknya Berbeda Bagi Kesehatanmu

Kombucha merupakan produk pangan fermentasi sebagai produk olahan dengan memakai mikroba yang terkontrol. Khususnya pada pangan fungsional agar bisa jadi obat.

Menurut Elok, akhir-akhir ini perkembangan penyakit berubah. Jika biasanya penyakit menular ke penyakit non-menular. Contohnya penyakit generatif. Penyakit ini menyebabkan kerusakan organ tubuh antara lain karena usia dan perubahan pola makan.

Apalagi saat ini masyarakat lebih banyak yang suka fast food , junk food semacam makanan cepat saji yang umumnya gorengan, memiliki ancaman radikal bebas. Radikal bebas menimbulkan penyakit degeneratif, seperti stroke, kanker dan diabetes. Jika masuk dalam tubuh akan merusak organ tubuh jika tidak diimbangi makanan sehat. (ant)

Baca Juga

loading...