Dolar AS Jatuh di Tengah Penguatan Poundsterling

David Priyasidharta

Sabtu, 20 April 2019 - 14:17

JATIMNET.COM, New York - Nilai tukar (kurs) dolar AS jatuh pada akhir perdagangan pada Jumat 19 April 2019 (Sabtu 20 April 2019 pagi waktu Indonesia) di tengah menguatnya nilai tukar poundsterling Inggris.

Menguatnya poundsterling ini karena terangkat oleh data penjualan ritel Inggris pada kuartal pertama, yang menandakan pertumbuhan ekonomi yang kuat dari negara itu.

BACA JUGA: Rupiah Bergerak Menguat setelah Pilpres

Pada Januari - Maret 2019, jumlah pembelian dalam penjualan ritel di Inggris meningkat 1,6 persen bila dibandingkan dengan kuartal IV 2018. Ini mengikuti pertumbuhan berkelanjutan selama tiga bulan pertama tahun ini, menurut Kantor Statistik Nasional pada Kamis 18 April 2019.

Secara terpisah, pertumbuhan tahun ke tahun dalam jumlah pembelian meningkat sebesar 6,7 persen pada Maret, tertinggi sejak Oktober 2016, dengan berbagai toko yang mencatat bahwa cuaca yang lebih ringan tahun ini mendorong peningkatan penjualan, menurut produsen statistik resmi independen Inggris.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,09 persen menjadi 97,3650 pada akhir perdagangan.

BACA JUGA: Rupiah Berpotensi Menguat Sehari Jelang Pemilu

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1245 dolar dari 1,1230 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan poundsterling naik menjadi 1,2994 dolar dari 1,2988 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7148 dolar dari 0,7146 dolar.

Dolar AS dikutip 111,93 yen Jepang, lebih rendah dari 111,94 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0143 franc Swiss dari 1,0153 franc Swiss, dan tidak berubah mendekati 1,3386 dolar Kanada dari 1,3386 dolar Kanada. (ant)

Baca Juga

loading...