DKRTH Surabaya Angkut 50 Ton Sampah selama Ramadan

Khoirotul Lathifiyah

Selasa, 21 Mei 2019 - 18:58

JATIMNET.COM, Surabaya - Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya mencatat ada peningkatan jumlah sampah selama bulan Ramadan ini.

Kepala Bidang Kebersihan DKRTH Surabaya Agus Hebi DJ mengatakan peningkatan jumlah sampah ini tak lepas dari keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dadakan yang menjajakan dagangannya berupa penganan atau kudapan takjil atau kegiatan pembagian penganan takjil. Sebanyak 50 ton sampah diangkut selama 15 hari pelaksanaan ibadah puasa.

“Jadi banyak sekali, terutama itu PKL yang berjualan es degan itu. Banyak yang dibuang sembarangan, yang biasanya enam rit (enam angkutan truk), sekarang jadi delapan rit per harinya,” kata Hebi melalui telepon, Selasa 21 Mei 2019.

BACA JUGA: Supaya Sampah Tak Jadi Masalah

Ia mengatakan sampah yang dihasilkan PKL penjual makanan atau minuman takjil ini, paling banyak berada di kawasan Surabaya Utara, Selatan dan Timur. Sedangkan untuk volume sampah di kawasan Surabaya sedikit menurun.

“Ya pasti beberapa kali saja ada peningkatan selama Ramadan,” ujarnya.

Hebi memprediksi peningkatan sampah terjadi pada awal bulan Ramadan serta pada sepekan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Pada saat-sat itu, petugas kebersihan di kampung atau perumahan di Surabaya biasanya akan mengambil sampah rumah tangga secara serentak.

BACA JUGA: Surabaya Jadi Rujukan Pengelolaan Sampah ASEAN

Pengambilan sampah dilakukan saat mendekati libur lebaran. “Yang harusnya dua hari sekali, saat itu bisa diambil semua. Karena mereka (petugas kebersihan) ramai-ramai mengambil gaji di RT setempat mereka bekerja. Tapi kalau jumlah sampah rumah tangga ini masih normal saja,” urainya.

Ia mengatakan DKRTH sudah mengeluarkan imbauan dengan cara yustisi kepada PKL untuk menekan jumlah sampah selama ramadan. Imbauan ini dikeluarkan atas perintah langsung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Selain mengeluarkan imbauan, DKRTH bersama Satpol PP dan Linmas juga melakukan penertiban kepada PKL yang membuang sampah di sembarang tempat. “Sudah ada imbauan dari Bu Wali. Dalam satu hari bisa 1.000 kelapa muda hasil dari PKL-PKL ini. Satu truk kadang 3-4 ton, bahkan bisa 6-7 ton," katanya.

Baca Juga

loading...