Diguyur Abu Vulkanik, Tiltmeter Gunung Bromo Sempat Rusak

Zulkiflie

Reporter

Zulkiflie

Rabu, 20 Maret 2019 - 12:39

JATIMNET.COM, Probolinggo - Semburan abu vulkanik dari kawah Gunung Bromo menimbulkan hujan abu tipis yang menjangkau hingga 12 kilometer dari bibir kawah. Ini terjadi pada Senin dan Selasa, 18 - 19 Maret 2019.

Guyuran hujan abu ini sempat berdampak pada "Tilmeter" yang ada di Pos Pantau Gunung Bromo, Cemoro Lawang sehingga sempat tidak berfungsi.

Tilmeter merupakan sebuah alat pengukur deformasi gunung. Alat ini berfungsi untuk mendeteksi penggembungan atau pengempisan tubuh sebuah gunung.

BACA JUGA: Enam Desa di Sukapura Terpapar Abu Vulkanik Gunung Bromo

Melalui pesan whatsapp, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Bromo Wahyu Andrian Kusuma membenarkan adanya kerusakan alat Tilmeter. Ia mengatakan kerusakan disebabkan oleh guyuran abu vulkanis.

Alat pengukur deformasi tersebut sudah diperbaiki dan bisa berfungsi normal kembali pada Selasa 19 Maret 2019. Wahyu memastikan alat tersebut sudah berfungsi normal dan tak perlu diganti.

"Benar mas sempat rusak, tapi sudah diperbaiki dan dapat berjalan normal lagi. Jadi tak perlu diganti," terangnya, Rabu 20 Maret 2019.

Sementara itu, informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan kondisi terkini Gunung Bromo berdasarkan pengamatan 20 Maret 2019, pukul 06.00 WIB.

BACA JUGA: Tinggi Kolom Abu Vulkanik Bromo Mencapai 1.500 Meter

Secara kegempaan, tingkat tremor menerus mengalami penurunan angka dengan amplitudo 0,5 - 3 mm, dominan 1 mm. Tinggi asap dari kawah berada di kisaran 50 - 1000 meter,  dengan tekanan sedang hingga kuat. Asap  teramati berwarna putih, kelabu dan cokelat dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal.

Status aktivitas Gunung Bromo saat ini masih tetap di level II (waspada) dengan rekomendasi radius satu kilometer dari bibir kawah steril dari aktivitas manusia.

Baca Juga

loading...