Enam Desa di Sukapura Terpapar Abu Vulkanik Gunung Bromo

Zulkiflie

Reporter

Zulkiflie

Selasa, 19 Maret 2019 - 14:15

JATIMNET.COM, Probolinggo – Hujan abu vulkanis Gunung Bromo mengguyur enam desa di Kecamatan Sukapura, Probolinggo, sejak Senin 18 Maret 2019 malam. Di antaranya Desa Ngadirejo, Wonotoro, Wonokerto, Jetak, Ngadas dan Ngadisari.

Seorang wisatawan asal Mojokerto, Oky Ardian mengaku hujan abu mengguyur sekitar hotel tempatnya menginap di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari. “Suara gemuruh kadang terdengar,” kata Oky, Selasa 19 Maret 2019.

Sementara itu, warga Desa Ngadisari, Sujono mengatakan, hujan abu memang mengguyur desanya tapi menurutnya sudah biasa terjadi ketika Bromo sedang erupsi.

Bahkan, kata Sujono, guyuran abu vulkanis dipercaya petani setempat sebagai pupuk bagi lahan pertanian. "Dari semalam hujan abu, tapi ini sudah biasa terjadi. Dan abu ini orang-orang menyebutnya pupuk berkah,”ungkap Sujono.

BACA JUGA: Tinggi Kolom Abu Vulkanik Bromo Mencapai 1.500 Meter

Hujan abu yang mengguyur sejak semalam juga menyebabkan rumah warga dan kendaraan berselibut abu.

Camat Sukapura Yulius Christian mengungkapkan, hujan abu vulkanik Gunung Bromo mengguyur hingga 6 desa yang ada di Kecamatan Sukapura.  Di antaranya Desa Ngadirejo, Wonotoro, Wonokerto, Jetak, Ngadas dan Ngadisari.

“Ada 6 desa yang terpapar abu vulkanis, tapi aktivitas warga masih tetap berjalan normal. Memang cukup tebal hari ini,” kata Yulius.

Sebagai informasi, kondisi terkini Gunung Bromo berdasarkan informasi PVMBG per 19 Maret 2019, pukul 06.00-12.00 WIB.

BACA JUGA: Pantau Gunung Bromo, BPBD Probolinggo Akan Pasang CCTV

Terpantau tinggi semburan asap bercampur abu dari kawah Gunung Bromo mencapai 900 - 1500 meter di atas puncak kawah. Asapa bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal.

Secara kegempaan, terjadi 5 kali letusan dengan amplitudo 27-34 milimeter dengan durasi 16-46 detik.

Tremor menerus amplitudo 0,5-31 milimeter, dominan 2 milimeter. Status Gunung Bromo masih dinyatakan waspada level II. Masyarakat masih aman beraktivitas di luar radius satu kilometer dari bibir kawah.

Baca Juga

loading...