Diduga Transaksi Distribusi Pupuk, Direksi BUMN Terjerat OTT KPK

David Priyasidharta

Kamis, 28 Maret 2019 - 06:25

JATIMNET.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Rabu 27 Maret 2019. Sebanyak tujuh orang, di antaranya dari unsur Direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta, dan pengemudi turut diamankan dalam OTT itu.

"Kami konfirmasi memang ada sejak sore tadi kegiatan tim KPK di Jakarta. Jadi, ada tim yang ditugaskan setelah kami menerima informasi dari masyarakat tentang akan terjadinya penyerahan sejumlah uang melalui perantara," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis 28 Maret 2019 dini hari.

Dari menindaklanjuti informasi di masyarakat ini, kata Febri, KPK berhasil mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat dalam transaksi distribusi pupuk. Dari tujuh orang yang diamankan itu, Febri mengatakan tidak ada dari unsur DPR RI.

BACA JUGA: Direktur PT Krakatau Steel Tertangkap Operasi Tangan KPK

"Transaksi ini atau dugaan penyerahan uang tersebut itu diindikasikan terkait dengan distribusi pupuk yang menggunakan kapal," kata Febri.

KPK menduga transaksi atau penyerahan uang dalam kasus distribusi pupuk ini bukan pertama kali terjadi. "Kami mengidentifikasi, diduga ini bukan pemberian pertama. Jadi, sebelumnya diindikasikan ada penerimaan-penerimaan lain," katanya.

Febri mengatakan penyidik KPK cukup meyakini bukti-bukti yang ada bahwa transaksi tersebut telah terjadi. Namun, ia belum bisa menjelaskan lebih lanjut apakah distribusi pupuk tersebut merupakan pupuk bersubsidi.

"Saya belum dapat informasinya tetapi yang pasti ada kebutuhan distribusi pupuk dari salah satu BUMN yang memproduksi dan mengelola pupuk menggunakan kapal pihak swasta. Diduga transaksi yang terkait dengan itu," tuturnya.

KPK sangat menyayangkan jika dilihat dari objeknya tersebut terkait dengan distribusi pupuk. "Jadi, jika ada transaksi di sana tentu saja kepentingan yang lebih besar untuk distribusi pupuk ini kemudian terganggu," kata dia.

BACA JUGA: Ketum PPP Romahurmuziy Tertangkap Operasi Tangan KPK

Selain mengamankan tujuh orang dalam OTT itu, KPK juga mengamankan sejumlah barng bukti di antaranya sebuah mobil, uang pecahan rupiah dan dolar.

"Itu salah satu barang bukti awal yang juga kami amankan, karena kami mengamankan 'driver' yang membawa mobil tersebut sekaligus berada di lokasi. Kami bawa ke kantor KPK untuk kebutuhan pemeriksaan  lebih lanjut," ujarnya.

Febri mengatakan pihaknya akan menginformasikan lebih lanjut penyidikan kasus ini pada konferensi pers. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut. (ant)

Baca Juga

loading...