Dalam Satu Bulan, Enam Bunuh Diri di Blitar Kota

Yosibio

Kamis, 23 Mei 2019 - 15:51

JATIMNET.COM, Blitar – Dua warga Blitar mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Kamis 23 Mei 2019, pagi. Kejadian gantung diri pertama terjadi di Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Adalah Naseran, warga Desa Sitoyobagus, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Pria 59 tahun ini ditemukan tewas dalam posisi gantung diri, di saluran air Jalan Tanjung, sekitar pukul 06.00 WIB.

Kondisi tubuh korban dalam posisi menggantung dengan seutas tali tambang plastik warna biru, di atas saluran air. Tali tambang diikat pada pagar bambu di atas saluran air yang memiliki kedalaman sekitar dua meter.

“Saksi pertama melihat korban gantung diri, yaitu Sunarmiasih, pemilik warung di dekat kejadian,” kata Kapolsek Sukorejo, Kompol Agus Fauzi saat dikonfirmasi wartawan di lokasi kejadian.

BACA JUGA: Diduga Melakukan Ritual, Tewas di Bukit Angker

Menurut Agus, saat itu saksi sedang bersih-bersih warung miliknya. Ketika hendak turun dari jalan menuju ke saluran air, saksi kaget melihat sesosok tubuh pria dalam posisi menggantung di atas saluran air.

Saksi langsung melaporkan hal ini ke perangkat RT setempat dan diteruskan ke Polsek Sukorejo, Kota Blitar. “Dari keterangan saksi, korban diketahui sering tidur di dekat warungnya,” imbuh Agus.

Polisi menemukan barang bukti tas kecil warna hitam di tubuh korban saat gantung diri. Di dalam tas terdapat dompet warna hitam berisi KTP, kartu berobat di RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar, dan uang tunai Rp 45.000.

Selain itu, polisi juga menemukan sepeda kayuh, yang diduga milik korban di dekat lokasi. Polisi belum menyimpulkan penyebab aksi bunuh diri, namun jenazah korban langsung dievakuasi ke RS Mardi Waluyo untuk divisum.

Satu lagi aksi gantung diri juga terjadi di Jalan Sumatera, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Korbannya adalah Sumardi, yang ditemukan gantung diri di pojokan rumahnya. Peristiwa gantung diri lelaki 64 tahun ini pertama kali diketahui istrinya.

“Menurut keterangan istrinya, sejak subuh korban tidak terlihat di rumah. Istrinya sempat melakukan pencarian, dan paginya setelah agak terang, istrinya menemukan korban dalam kondisi tewas gantung diri di pojokan rumah,” kata Kapolsek Sananwetan, Kompol Didit Prihantoro di lokasi kejadian.

BACA JUGA: Razia Gabungan Amankan Pasangan di Bawah Umur

Kapolsek menyatakan belum mengetahui motif penyebab korban nekat melakukan aksi gantung diri. Namun berdasarkan keterangan keluarganya, sejak dua tahun belakangan ini, korban mengeluhkan sakit di kepala dan tak kunjung sembuh. Diduga, kondisi ini mendorong korban mengkahiri hidupnya dengan cara gantung diri.

“Keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah," jelas Didit memungkasi konfirmasi.

Berdasarkan data dari Satreskrim Polres Blitar Kota, aksi bunuh diri di Kota Blitar sudah terjadi enam kali terjadi dalam satu bulan terakhir (lihat tabel). Aksi bunuh diri ini banyak penyebabnya, seperti gangguan kesehatan jiwa, masuk sumur, dan menabrakkan diri ke kereta api.

Baca Juga

loading...