Razia Gabungan Amankan Pasangan di Bawah Umur

Yosibio

Jumat, 10 Mei 2019 - 05:41

JATIMNET.COM, Blitar – Petugas gabungan dari unsur Satpol PP Kota Blitar, Polri, dan TNI AD menggelar razia di sejumlah tempat kos yang tersebar di kota Blitar, Kamis 9 Mei 2019, petang. Razia pekan pertama bulan suci Ramadan ini, petugas gabungan menjaring sepuluh pasangan bukan suami istri berduaan di kamar kos.

Ironisnya, dari sepuluh pasangan yang terjaring razia ini, enam di antaranya masih di bawah umur alias anak usia sekolah. Petugas juga menemukan pasangan yang sedang menggelar pesta minuman keras (miras) di dalam kamar kos.

Petugas gabungan yang menyisir tempat kos secara acak ini, juga mendapati satu pasangan sejenis tengah di berduaan di kamar kos.

“Dalam razia ini kami menjaring sepuluh pasangan, yang rata-rata masih di bawah umur. Bahkan juga pasangan sejenis, sama-sama perempuan berduaan di dalam kamar kos,” kata Plt Kepala Satpol PP Kota Blitar, Juari kepada wartawan pasca razia.

BACA JUGA: Tersangkut Narkoba, Monot Menikah di Balik Jeruji Tahanan Blitar

Menurut Juari, dalam razia yang bertepatan dengan waktu salat asar ini, petugas dibagi menjadi dua tim, wilayah timur dan di barat. Tim di wilayah timur, menyisir tempat kos di sekitar Kecamatan Sananwetan, sementara tim di sebelah barat menyisir Kecamatan Sukorejo.

“Razia tim di timur, mendapat lima pasangan, begitu juga tim di wilayah barat mendapat lima pasang. Untuk pasangan sejenis, kami temukan di tempat kos Jalan Pramuka, Kecamatan Sananwetan,” Juari menambahkan.

Dalam Razia kos-kosan ini, petugas juga menemukan pasangan yang sedang menggelar pesta miras di tempat kos, di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo. Saat digrebek di kamar kos, kondisi perempuan tengah mabuk berat, hingga harus dibantu petugas saat dibawa ke markas Satpol PP Kota Blitar.

BACA JUGA: Diduga Melakukan Ritual, Tewas di Bukit Angker

Para pasangan yang terjaring razia ini, selanjutnya diberi pembinaan di kantor Satpol PP. Petugas meminta para pasangan yang terjaring razia, untuk menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Petugas juga memanggil orang tua beberapa pasangan yang masih di bawah umur agar ada efek jera.

Menjamurnya tempat kos di Kota Blitar membuat pengelola memberlakukan perang tarif. Mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan, sesuai dengan fasilitas yang diberikan.

Sementara penghuni kos mulai dari anak sekolah, karyawan hingga rumah tangga. Razia seperti ini sebenarnya telah berulangkali dilakukan, dan hasilnya selalu menjaring pasangan bukan suami istri di kamar kos.

Baca Juga

loading...