Diduga Melakukan Ritual, Tewas di Bukit Angker

Yosibio

Senin, 6 Mei 2019 - 21:32

JATIMNET.COM, Blitar – Pria tanpa identitas ditemukan meninggal dalam kondisi terlentang di pinggir aliran sungai di kawasan Bukit Wewe, Dusun Kulon Bambang, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar.

Keberadaan korban ditemukan oleh warga setempat yang berprofesi sebagai pencari rebung. Pada saat ditemukan pria tersebut mengenakan celana dan baju gelap. Adapun kondisinya sudah membusuk dan wajah yang tidak bisa dikenali.

Kapolsek Doko, AKP Sunardi mengatakan, penemuan mayat tanpa identitas itu dilaporkan sejak Minggu (5 Mei 2019) petang. Namun sulitnya lokasi, serta jauhnya jarak dari pemukiman, membuat petugas kepolisian memutuskan evakuasi dilakukan, Senin 6 Mei 2019 siang, dengan bantuan warga.

BACA JUGA: Tersangkut Narkoba, Monot Menikah di Balik Jeruji Tahanan Blitar

Proses evakuasi ini membutuhkan waktu sekitar lima jam, karena medan yang terjal dan berada di kemiringan 45 derajat. Selain itu, jaraknya sekitar 5 km, dan harus ditempuh dengan berjalan kaki.

“Jarak antara lokasi temuan mayat dengan jalan yang bisa dilewati kendaraan sepeda motor masih sekitar 5 km. Kemarin kami menerima laporan sudah hampir petang, hingga tidak memungkinkan melakukan evakuasi,” kata AKP Sunardi, saat dikonfirmasi pasca evakuasi mayat.

Proses evakuasi jenazah dilakukan menggunakan mobil backhoe milik Polsek Doko, dengan bantuan mobil BPBD Kabupaten blitar. Selanjutnya jenazah dilarikan ke Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi, untuk diidentifikasi petugas dari Polres Blitar.

BACA JUGA: Isak Tangis Warnai Prosesi Pemakaman Bayi Korban Dugaan Pembunuhan

“Diperkirakan umurnya sudah 60 tahun ke atas. Kami menduga dia meninggal sekitar dua minggu-an, karena sebagian badan sudah rusak namun masih terlihat bagian rambutnya yang beruban," imbuhnya.

Beberapa keterangan yang dihimpun Jatimnet.com, kawasan hutan di lokasi temuan jenazah, dikenal angker. Tak banyak aktivitas warga di sekitar, karena lokasinya yang susah dijangkau dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Warga sekitar hanya pencari rebung atau madu. Hanya warga yang sudah mengenal medan, yang berani melakukan aktivitas di kawasan hutan lindung dengan ketinggian diatas 1.000 meter dpl itu.

Jarak perkampungan dengan lokasi temuan lebih dari 10 km dengan jalur yang susah ditempuh kendaraan. Bahkan setiap jelang petang kerap turun kabut dan jalannya terjal.

BACA JUGA: Rekonstruksi Mutilasi Blitar, Begini Pelaku Membuang Koper Berisi Mayat

“Dugaan kami, korban melakukan ritual. Karena kalau mencari rebung atau madu tidak mungkin sendirian. Bisa jadi dia tersesat hingga meninggal dunia,” kata Sunardi. Dalam temuan itu juga tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban.

Berdasar data desa Sumberurip pada tahun 2007, di lokasi yang sama juga ditemukan mayat yang hanya tinggal tulang belulang. Dua warga setempat juga dilaporkan hilang di lokasi yang sama, dan hingga kini belum ditemukan. Temuan jenazah ini merupakan yang keempat. Warga setempat menamakan lokasi tersebut Bukit Wewe.

“Mayat yang dievakuasi hari ini merupakan kasus keempat, dua orang hilang belum ditemukan, sementara satu orang lainya ditemukan tinggal tulang belulang,” Sunardi memungkasi konfirmasi.

Baca Juga

loading...