Logo

Khofifah Sebut Jatim Pemasok Jagung Terbesar Nasional

Reporter:,Editor:

Sabtu, 28 February 2026 13:52 UTC

Khofifah Sebut Jatim Pemasok Jagung Terbesar Nasional

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansya didampingi Ketua Kwarda Jatim Arum Sabil, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Sabtu, 28 Februari 2026. Foto: Humas Pemkab Banyuwangi.

JATIMNET.COM, Banyuwangi – Masih dalam kunjungannya di Banyuwangi, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa juga melakukan panen raya jagung bersama Kapolda Irjen Pol Nanang Avianto, Sabtu, 28 Februari 2026.

Panen raya kuartal IV ini berlangsung di areal Green Farm, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu. Dalam kegiatan itu, gubernur juga didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Tak ketinggalan, Ketua Kwarda Jatim Arum Sabil turut menyertainya.

Khofifah mengatakan bahwa Jatim memiliki kontribusi jagung terbanyak di Indonesia, yakni mendekati 30 persen. Artinya, hampir sepertiga kebutuhan jagung pipilan kering Indonesia dipasok dari petani Jatim.

Pada tahun 2025, produksi jagung pipilan kering di Jatim tercatat sebanyak 4,8 juta ton. Angka tersebut hampir dua kali lipat dibanding Jawa Tengah yang berada di posisi kedua dengan 2,8 juta ton, disusul Sumatera Utara 1,3 juta ton.

BACA: Banyuwangi Gelar Tanam Jagung Serentak Dukung Swasembada Pangan Nasional

Tingginya produksi itu wujud dari kolaborasi berbagai pihak hingga ke daerah, termasuk gerakan pramuka yang ikut memperkuat program ketahanan pangan nasional.

"Jawa Timur sudah melewati ketahanan pangan dan saat ini menuju kedaulatan pangan. Ini berkat kolaborasi semua pihak," katanya di lokasi yang dikenal sebagai pusat pelatihan pertanian terpadu dan modern di Banyuwangi ini.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menambahkan, peningkatan produksi jagung harus diiringi perbaikan kualitas. "Ke depan, dukungan pemasaran akan kami perkuat agar berdampak langsung pada kesejahteraan petani," tuturnya.

Bupati Ipuk menyebut, daerahnya selalu mencatat surplus jagung. Pada 2025, produksi jagung mencapai 250.596,81 ton atau naik 19 persen dibanding 2024 yang sebesar 209.078 ton. Dengan kebutuhan daerah 69.842,31 ton, Banyuwangi mencatat surplus jagung 180.754,50 ton pada 2025.

BACA: Dukung Swasembada Pangan, Polres Probolinggo dan Petani Panen Raya Jagung

Selain jagung, produksi beras Banyuwangi juga selalu surplus. Pada tahun yang sama, produksi beras Banyuwangi mencapai 546.923,81 ton, naik 7 persen dari tahun sebelumnya, dengan surplus 383.258,03 ton.

"Alhamdulillah Banyuwangi selalu surplus. Saya bangga atas kerja keras seluruh pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga jajaran kepolisian dan TNI. Semoga panen ini membawa berkah dan semangat baru untuk terus meningkatkan produksi," kata Ipuk.

Panen raya di Green Farm merupakan hasil penanaman jagung seluas 50 hektare pada November 2025. Rata-rata produksi jagung gelondongan mencapai 8-10 ton per hektare.

"Berbagai uji coba budidaya terus kami lakukan. Hasil dari evaluasi, kami optimistis pada musim tanam berikutnya produktivitas bisa meningkat hingga 10-12 ton per hektare," kata Pemilik Green Farm, Arum Sabil yang juga Ketua Kwarda Pramuka Jatim.