Kamis, 08 January 2026 12:00 UTC

Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Foto: Hasan
JATIMNET.COM, Mojokerto – Insiden pembacokan terjadi di Dusun Tanjungan, Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Kamis, 8 Januari 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Seorang pria lanjut usia bernama Suprat (60) mengalami luka bacok di bagian kepala setelah diserang oleh adik iparnya, Joko (40).
Korban dan pelaku diketahui tinggal serumah dan masih memiliki hubungan keluarga dekat. Selama ini, keduanya kerap terlibat perselisihan akibat hubungan keluarga yang tidak harmonis.
Pertengkaran yang berulang tersebut diduga menjadi pemicu terjadinya tindak kekerasan yang berujung pada aksi pembacokan terhadap korban.
Luluk, kakak ipar korban, mengungkapkan bahwa pertengkaran antara Suprat dan Joko sudah sering terjadi hampir setiap hari. Perselisihan itu umumnya dipicu persoalan sepele yang berkembang karena keduanya saling tidak menyukai.
BACA: Isu Kades asal Jombang Digerebek Saat Ngamar di Hotel Mojokerto, Begini Penjelasan Polisi
“Setiap hari cekcok, hal kecil jadi masalah. Hubungan mereka ipar. Istrinya Suprat itu kakaknya Joko, dan Joko ini adik kandung saya,” katanya.
Ia menegaskan, sebelum kejadian tersebut, pertengkaran yang terjadi hanya sebatas adu mulut dan belum pernah berujung pada kekerasan fisik.
“Kalau tantangan atau berkelahi baru hari ini, sebelumnya cuma cekcok saja,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Tanjungan, Rikin, menjelaskan bahwa peristiwa bermula dari cekcok di dalam rumah yang kembali memanas. Tanpa sepengetahuan korban, pelaku kemudian mengambil senjata tajam.
“Awalnya bertengkar, lalu Joko ke belakang mengambil alat. Pak Suprat tidak tahu kalau Joko ambil senjata tajam. Tahu-tahu sudah dibawa, mau direbut tapi tidak bisa, langsung dibacok,” jelas Rikin.
BACA: Menginap di Masjid Sejak Malam, Pria Asal Nganjuk Ditemukan Meninggal di Mojokerto
Kapolsek Kemlagi AKP Marianto membenarkan peristiwa pembacokan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pelaku dan korban masih memiliki hubungan keluarga dekat.
“Pelaku dan korban masih keluarga, Suprat itu kakak iparnya Joko,” kata Marianto.
Polisi mengungkapkan bahwa pelaku memiliki riwayat penyakit epilepsi yang dapat kambuh ketika mengalami tekanan mental.
“Joko ini punya penyakit epilepsi, jadi kadang-kadang mengalami gangguan. Kalau ada tekanan, penyakitnya bisa kambuh,” ungkapnya.
Menurut Marianto, saat insiden terjadi pelaku sempat mengambil sebilah parang dari dalam kamar usai terlibat cekcok dengan korban.
Dalam upaya menangkis serangan, korban berusaha menepis senjata tajam tersebut, namun tetap terkena bacokan di bagian kepala.
“Awalnya cekcok di rumah, Joko ambil parang di kamarnya. Saat bertengkar ditepis sama Suprat, namun tetap mengenai kepala, tepatnya kulit rambut dan pelipis sebelah kanan,” pungkasnya.
