Logo

Isu Kades asal Jombang Digerebek Saat Ngamar di Hotel Mojokerto, Begini Penjelasan Polisi

Reporter:,Editor:

Kamis, 08 January 2026 03:00 UTC

Isu Kades asal Jombang Digerebek Saat Ngamar di Hotel Mojokerto, Begini Penjelasan Polisi

Ilustrasi perselingkuhan. Foto: ChatGpt

JATIMNET.COM, Mojokerto — Seorang laki-laki yang menjabat sebagai kepala desa di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang dikabarkan digerebek warga saat bersama seorang perempuan di sebuah hotel kamar wilayah Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jumat siang, 2 Januari 2026.

Penggerebekan itu diinisiasi oleh suami sah perempuan yang diduga staf salah satu kantor kecamatan di Jombang.

Awalnya, pihak suami yang mencurigai gelagat aneh pada istrinya sejak beberapa waktu terakhir. Hingga akhirnya, pelacakan melalui aplikasi di telepon seluler (ponsel) dilakukan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setelah berhasil melacak keberadaan sang istri, pria itu mendatangi salah satu hotel di wilayah Kecamatan Prajurit Kulon, Mojokerto.

BACA: ASN Gresik Adukan Suami Diduga Selingkuh dengan Rekan Sekantor

Dengan menunjukkan buku nikah asli, pihak suami meminta resepsionis membuka kamar yang dicurigai ditempati oleh sang istri bersama laki-laki lain.

Aksi penggerebekan pun berlangsung dramatis. Saat pintu kamar dibuka, perempuan tersebut ditemukan berada di salah satu kamar bersama seorang pria yang bukan suami sahnya.

Kapolsek Prajurit Kulon AKP Edi Purwo Santoso membenarkan adanya laporan dugaan perselingkungan dari pihak suami. Namun, laporan itu tidak berlanjut ke proses hukum.

“Pada Jumat sekitar sore (2 Januari 2026), ada seorang laki-laki yang datang ingin mengadukan istrinya yang diduga selingkuh, tetapi tidak jadi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu, 7 Januari 2026.

BACA: Selingkuh dengan Honorer, Oknum ASN Pemkab Mojokerto Digerebek Suami

Menurut Edi, sang pelapor akhirnya mengurungkan niatnya untuk memproses kasus tersebut secara hukum. Karena laporan tidak jadi dibuat, pihak kepolisian pun tidak melakukan pencatatan identitas maupun pendalaman lebih lanjut.

Ketika disinggung soal identitas pihak-pihak yang terlibat, termasuk dugaan keterlibatan seorang kades dan staf kecamatan asal Jombang, Kapolsek prajurit Kulon menyatakan tidak dapat memastikan.

“Terkait siapa dan sebagainya, karena tidak jadi mengadukan, kami tidak tahu,” pungkasnya.

Hingga kini, kasus tersebut tidak tercatat sebagai laporan resmi di kepolisian dan tidak berlanjut ke proses hukum lebih lanjut.