Bus Sugeng Rahayu Terjun ke Sungai, Dua Penumpang Tewas

Nd. Nugroho

Rabu, 3 April 2019 - 15:55

JATIMNET.COM, Ngawi – Sebuah bus Sugeng Rahayu terjun bebas ke sungai yang melintasi jalur nasional Ngawi–Sragen, Rabu 3 April 2019 dini hari. Kecelakaan tunggal di KM 14-15 wilayah Dusun Sidowayah, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi itu mengakibatkan dua penumpang tewas dan 14 penumpang lainnya luka-luka.

Identitas kedua korban tewas itu adalah Lilik Larmining (51), warga Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun dan Nasrudin (25) warga Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

“Satu korban, yaitu Lilik meninggal di TKP dan satunya lagi (Nasrudin), meninggal di Rumah Sakit At-Tin Husada,” kata Kasat Lantas Polres Ngawi, AKP Yanto Mulyanto, saat dihubungi Jatimnet.com, Rabu 3 April 2019.

BACA JUGA: Lima Peristiwa Kecelakaan Mematikan di Jalur Pantura

Menurut dia, terperosoknya bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) berpelat nomor W 7094 UZ ke sungai dengan kedalaman enem meter itu juga mengakibatkan 14 orang terluka. Tiga di antaranya, kru bus termasuk sopir bus bernama Purwanto (50), warga Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Juga, kondektur, kernet dan penumpang.

Mulyanto menjelaskan, kronologi kecelakaan tunggal yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, bus Sugeng Rahayu melaju dari arah Ngawi (timur) ke Sragen (barat) dengan kecepatan tinggi. Ketika tiba di tikungan jalan yang berdekatan dengan lokasi kejadian, laju bus tak terkendali.

BACA JUGA: Anak Bupati Mojokerto Non Aktif Tewas Kecelakaan

Bus jurusan Surabaya–Yogyakarta itu akhirnya menabrak pembatas jembatan Sidowayah IV. Kemudian, terjun bebas ke sungai yang melintas di bawah jalur nasional tersebut. “Sopir tidak dapat menguasai kendaraan karena diduga mengantuk,” ujar Kasat Lantas.

Setelah evakuasi korban berhasil dilakukan dan dibawa ke RS At-Tin, upaya pengangkatan bus dari dalam sungai dengan mobil mobil derek dilakukan. Saat proses ini berlangsung arus lalu lintas mengalami hambatan lantaran diterapkan sistem buka-tutup dari arah barat maupun timur.

“Lama evakuasi bus sekitar 90 menit,” ucap Mulyanto sembari menyebut kerugian material akibat kecelakaan itu mencapai Rp 20 juta.

Baca Juga

loading...