BNNP Jatim Selidiki Bungkus Teh Cina Jadi Kemasan Narkoba

M. Khaesar Januar Utomo

Senin, 1 April 2019 - 13:57

JATIMNET.COM, Surabaya - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim sedang menyelidiki bungkus teh Cina yang sering menjadi kemasan narkoba jenis sabu-sabu. Petugas mengambil beberapa sampel untuk meneliti modus pengiriman sabu-sabu yang menggunakan bungkus teh Cina.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Priambadha mengatakan, BNN Pusat akan meneliti pola peredaran narkoba yang menggunakan bungkus teh Cina. Sebab, modus seperti ini berulang kali digunakan para pengedar sabu-sabu di Indonesia.

"Untuk memastikan apa memang pengirimnya satu orang atau bagaimana," kata Bambang, Senin 1 April 2019.

BACA JUGA: BNNP Jatim Ringkus Lima Pengedar Narkoba Asal Aceh

Menurutnya, BNNP Jatim memang beberapa kali menemui pola peredaran sabu-sabu dengan menggunakan bungkus teh Cina dan pembungkusnya sama meski dari penangkapan yang berbeda.

BNNP Jatim telah memusnahkan 22 kilogram sabu-sabu hasil penangkapan dua jaringan narkoba. Petugas menetapkan sembilan orang tersangka.

Tujuh tersangka jaringan Dumai yang menyelundupkan ke Jawa Timur adalah AD, ER, HN, HS, FE, IS, dan WA. Dari mereka diamankan barang bukti 18 kilogram sabu-sabu.

BACA JUGA: BNNP Jatim Tangkap Dua Kurir 4,1 Kilogram Sabu-sabu

Sedangkan dua tersangka lainnya berinisial MJ dan RA yang selama ini beroperasi di kawasan Rungkut dengan pemasok dari di Depok, Jawa Barat. Dari kedua tersangka ini petugas mengamankan barang bukti empat kilogram sabu-sabu.

Modus yang dilakukan dua jairngan ini berbeda, ada yang melalui udara dengan pesawat terbang dan ada yang lewat jalur darat dengan kereta api.

Pemusnahan dilakukan BNNP Jatim untuk menghindari penyalahgunaan sabu-sabu dan juga menghindari hilangnya barang bukti.

Dengan mesin incinerator, 22 kilogram barang bukti sabu-sabu tersebut dibakar. "Semua tersangka kasusnya tetap berjalan hingga proses persidangan," kata Bambang, yang merupakan mantan Direskrim Ditreskrimum Polda Jatim ini.

Baca Juga

loading...